Kumandang Cinta Remaja – Minggu, 21 Agustus 2005

Disarikan dari acara Kumandang Cinta Remaja di RCTI

Acara minggu ini, bintang tamunya adalah Ustadz Jefry Al Bukhory dan Derry “Lima Sekawan”, sedangkan jamaahnya adalah anak-anak SMU se-DKI Jakarta, dan topiknya “Say No to Drugs!”.

Inti dari perbincangan mereka adalah “berhati-hatilah memilih kawan!”, karena seperti hadits Rosululloh: “berteman dengan tukang minyak wangi, kita menjadi harum.Berteman dengan tukang pandai besi, kita akan bau bakaran bahkan terkena apinya…”.

Ustadz Jefry membenarkan hadits tersebut dengan menceritakan kembali masa lalunya yg kelam. Meskipun didikan agama dari orang tuanya cukup baik, dan rumahnya pun bersebelahan dengan mesjid, tetapi karena salah memilih teman, beliau menjadi junkies (pemakai obat-obatan terlarang). Ust. Jefry mengatakan, bahwa pertemanan yang sangat dekat akan menimbulkan solidaritas yang menjadi pendorong seseorang bisa melakukan apapun demi temannya, bahkan sampai lupa pada jasa orang yang telah melahirkan dan merawat kita dari kecil. Tetapi pada suatu saat, di mesjid sebelah rumahnya ada acara Isra Miraj, datang hidayah padanya, padahal saat itu dia sedang melakukan pesta narkoba dengan teman2nya.

Pesan dari Aa Gym:
“Bulatkan tekad dari sekarang untuk memilih teman yang kualitasnya jauh lebih baik daripada kita, pilihlah teman yang lebih cerdas, lebih terampil, lebih rajin, lebih sholeh, dan selalu mengingatkan kita pada kebaikan….!”

Pesan dari Ust.Jefry:
“Beranilah untuk mengatakan “tidak!” pada ajakan teman yang menyebabkan kita menjadi tidak baik, namun pada saat kita sudah taubat dan ada di jalan yang diridhoi-NYA, datanglah kepada teman yang masih belum taubat, siapa tau kita bisa menjadi jalan kebaikan untuk mereka.”

Dari yang punya blog:
Sebagai manusia kita pasti membutuhkan teman, tidak mungkin bisa hidup sendiri. Tetapi pandai-pandailah kita memilih teman, jangan sampai karena ingin diterima oleh teman-teman atau suatu komunitas, kita menjadi tidak punya jati diri, cenderung mengikuti lifestyle dan pola pikir mereka.
Seorang teman terbaik saya punya kiat tentang “mengubah sesuatu yang mubazir menjadi hal yang baik”, menurut saya ini berkaitan juga dengan kiat kita dalam bergaul atau memilih teman. Bergaul dengan orang-orang yang secara keilmuan, akhlak, pola pikir yang berbeda dengan kita, sedikit banyak akan mempengaruhi perilaku kita juga, mungkin kita merasa bahwa kita tetap menjadi diri kita sendiri di antara mereka, tetapi mugkin kita tidak menyadari bahwa sebetulnya kita sudah “larut” menjadi bagian dari mereka juga, apatah itu sebagian kecil atau bahkan banyak.

Memang sulit sekali untuk menyadari bahwa kita sudah terpengaruh oleh mereka, karena kita memang sudah menjadi bagian dari mereka atau bahkan menjadi mereka. Beruntunglah kalo mereka itu adalah orang-orang yang membuat kita menjadi lebih baik, tapi alangkah ruginya kalau sebaliknya. Pantas saja Rosululloh sampai mengingatkan kita untuk pandai memilih teman, karena tanpa kita sadari atau sengaja kita akan “terperciki” atau “kena baunya” juga. Supaya kita tidak “terperciki”, harusnya kita segera menjauh, karena kita harus ingat bahwa setan itu tidak akan berhenti menggoda dan mencelakakan manusia. Jangankan kita berada di lingkungan yang tidak baik, kita dalam kondisi beribadah atau di antara orang-orang yang baik pun, setan akan tetap berusaha mencelakakan kita.
Tetapi, jika kita punya niat untuk mengubah hal yang tidak baik menjadi lebih baik, atau berusaha memadamkan “bakaran” itu dan membuat lingkungan itu menjadi “wangi”, itu jauh lebih utama🙂

Lalu, bagaimana kita mensiasati jika kita ingin mengubah hal yang mudharat dari pergaulan yang kita pilih, menjadi hal yang bermanfaat?? Dan bagaimana kita mendeteksi bahwa diri kita tetap “baik” atau tidak terbawa “arus yg salah” dari komunitas dimana kita bergaul.

Di sinilah perlunya keseimbangan. Jika kita ingin bergaul dengan orang-orang yang dalam beberapa hal(ilmu, akhlak) lebih “rendah” dari kita….IMBANGILAH juga dengan bergaul bersama orang-orang yang lebih baik/lebih sholeh dari kita, supaya pada saat kita berada di lingkungan yang kurang baik, kita bisa mengajak mereka untuk lebih baik, dan pada saat kita berada di lingkungan orang-orang yang lebih baik, kita bisa mengambil ilmu yang bisa meng-upgrade diri kita untuk jauh lebih baik lagi. InsyaALLOH…..

Lalu, bagaimana kita mendeteksi bahwa kita sudah kena pengaruh jelek dari suatu lingkungan??
Sadarilah, apakah kita mengetahui dan yakin bahwa suatu hal itu salah, tetapi kita merasa bahwa hal itu hal yang biasa saja/lumrah??

Mengutip tausyiahnya Aa Gym, beliau mengatakan bahwa:

“Jika seseorangn sudah terbiasa berada di tempat yang bau dan kotor(misalnya: tempat pembuangan sampah/kotoran), dia tidak akan terganggu oleh keadaan lingkungannya, bahkan dia akan terbiasa makan/minum atau hidup di tempat tersebut. Tapi, jika orang terbiasa berada di tempat yang bersih dan wangi, maka pada saat ada orang yang, maaf…buang angin….sekalipun, dia akan langsung menyadari dan merasa terganggu.”

Jadi, kira-kira seperti itulah perbedaan kondisi orang-orang yang berada di suatu lingkungan yang baik atau tidak baik. Sekali lagi, pandai-pandailah memilih teman….!!:)

Untuk teman terbaikku, selamat berjihad!! Semoga ALLOH senantiasa melindungi setiap langkahmu, tetap istiqomah untuk terus memperbaiki diri, semoga akhir perjuangan hidup kita khusnul khotimah…:)

Semoga Bermanfaat…

Cheers,

– admia is my fabulous nick –

One thought on “Kumandang Cinta Remaja – Minggu, 21 Agustus 2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s