Wanita Bekerja

Firman ALLOH SWT dalam QS.Al Ahzab :33,
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyyah dahulu…”

Lalu bagaimana hukumnya wanita yang menuntut ilmu, pergi ke pasar, dan bekerja?? Apakah
bekerja itu merupakan suatu larangan??

Ada yang menafsirkan bahwa ayat tersebut ditujukan kepada isteri-isteri Nabi yang memang memiliki keistimewaan. Beban mereka lebih berat daripada beban wanita pada umumnya. Mereka diharamkan menikah lagi sepeninggal Rosululloh. Meskipun demikian, tidak berarti isteri-isteri Rosululloh menghabiskan waktunya di rumah, misalnya Aisyah ra., beliau keluar rumah untuk memimpin perang.

Tidak ada seorang ulama yang melarang wanita untuk menuntut ilmu, sedangkan dalam mencari nafkah(bekerja), ada beberapa ketentuan yang harus disepakati.

Berikut “rambu-rambu” wanita bekerja di luar rumah:

1. Harus sesuai syariat, maksudnya tidak boleh bekerja untuk pekerjaan yang melanggar syariat Islam.
2. Harus berpegang pada adab-adab yang disyariatkan
Di dalam bekerja, hendaklah berbicara sopan, dan semua gerak-gerik harus berpegangan pada aturan dan adab-adab yang Islami. Selain itu, juga harus menutup aurat, perhiasan dan kehormatannya.
3. Menggunakan busana yang sopan dan menutup aurat.
4. Tidak menelantarkan tugas pokoknya di rumah.
Pekerjaan wanita di rumah, mengurus anak-anak dan melayani suami adalah pekerjaan yang tidak dapat digantikan oleh orang lain.
Dari berbagai penelitian membuktikan, anak-anak yang berhasil adalah mereka yang mendapat curahan kasih sayang ibunya. Anak-anak yang tumbuh dalam pendidikan ibunya, akan menjadi generasi yang tangguh, dibandingkan mereka yang kering kasih sayang. Pola pendidikan dari seorang ibu terhadap anaknya pada saat dia kecil, akan membentuk karakter anak tersebut, misalnya saja jika seorang ibu senantiasa penuh kasih sayang dan perhatian terhadap anaknya, maka anak akan tumbuh menjadi orang yang penuh kasih sayang terhadap orang lain.

Hukum Wanita Bekerja

Pekerjaan wanita di luar rumah bisa menjadi haram, mubah, sunah, atau wajib, pada waktu-waktu tertentu.

Kapan Wanita Wajib Bekerja??
Jika dia tidak memiliki sumber penghidupan, tidak memiliki keluarga, sementara dia memiliki ijazah dan keterampilan. Apakah kita akan memintanya untuk mengemis/meminta-minta??Pada saat tersebut wanita wajib bekerja.

Kapan Wanita Sunah Bekerja??
Jika jenis pekerjaan tertentu akan lebih terjaga bila dilakukan oleh wanita. Misalnya pekerjaan yang menuntut ketekukan, kelembutan, atau ketelitian.

Kapan Wanita Mubah Bekerja??
Jika pekerjaan tersebut tidak merugikan dirinya sendiri maupun orang lain.

Kapan Wanita Haram Bekerja??
Apabila jenis pekerjaan yang didapat melanggar aturan Islam, dan mendatangkan kemudharatan bagi dirinya maupun orang lain.

Untuk teman-teman yang memiliki opini atau dasar hukum(Quran dan Hadits) silahkan memberi komentar dan pencerahan…:)

Semoga Bermanfaat,

Cheers,

– admia is my fabulous nick –

5 thoughts on “Wanita Bekerja

  1. Waduuhh…sebetulnya buanyaaakkk buangett komentar yg pengen saya tulis, tapi bukan di sini tempatnya, may be next time..Insya Allah. Sekarang sedikit aja dari saya:
    Tentang surat al-Ahzab:33: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyyah dahulu…”
    Betul ini ditujukan untuk isteri-isteri Nabi supaya tidak keluar rumah sepeninggal beliau. Tapi apa yang terjadi? Kelak salah seorang isteri Nabi melanggar perintah tersebut dengan keluar rumah untuk berperang dengan tujuan menggulingkan kepemimpinan yang sah saat itu.

    Neng Mia anu bageur….Ummul Mu’minin Aisyah memang memiliki sifat keutamaan dan kedudukan yang tinggi, namun ia bukanlah yang paling utama di antara isteri-isteri Nabi. Udah tau kan siapa yang paling utama? Kalo lupa, coba tengok lagi hadits yang menyebutkan 4 wanita utama di alam semesta ini (rasanya pernah kita bahas sepintas yah?:) ). Betul! Khadijah adalah salah satu dari empat wanita utama di alam semesta dan yang paling utama di antara isteri-isteri Nabi SAW (dan Aisyah seringkali cemburu karenanya–juga terhadap isteri-isteri Nabi lainnya) dan beberapa kali membuat Nabi tidak berkenan—kalo perlu haditsnya, nanti Insya Allah saya sampaikan).
    Khadijah adalah orang pertama yang beriman kepada Allah, menaruh kepercayaan terhadap Nabi ketika yang lain mendustakannya, membantu dengan harta ketika tidak seorangpun bersedia memberi sesuatu, membenarkan Kitab-Nya dan senantiasa menghibur Nabi di kala susah. Dan telah diwahyukan kepada Rasulullah SAW agar ia menyampaikan berita gembira bagi Khadijah: “Allah menyediakan baginya rumah di sorga yang terbuat dari batu permata” (Shahih Bukhari)….Itulah Khadijah binti Khuwailid.

    Tentang Aisyah yang keluar rumah untuk berperang, ini bukanlah suatu keutamaan, malah merupakan sebuah kesalahan! Woww…..kaget?? It’s ok, memang sewajarnya kaget karena sumber2 nash yang sampai ke kita sebagai orang awam sangat-sangat terbatas, kecuali kalau kita mau fair (di tengah2 bangsa dengan iklim keberagamaan yang tidak fair ini) untuk mempelajari dan menyelidiki berbagai sumber (tentunya setelah dibekali berbagai ilmu mukadimah-nya) yang salurannya tidak dibatasi dari ulama tertentu saja. Ketika Imam Ali bin Abi Thalib kw (manusia paling utama setelah Rasulullah SAW) menjadi khalifah, Aisyah 2x memimpin perang bersama Thalhah dan Zubair, yaitu: Jamal Ashgar dan Jamal Akbar. Peristiwa Jamal Ashgar dimenangkan oleh kelompok Aisyah yang akhirnya berhasil menaklukan kota Bashrah. Tapi kemudian datanglah Ali beserta pasukannya yang langsung dihadang oleh pasukan Aisyah sehingga pecahlah perang Jamal Akbar yang memakan korban dari pihak muslim sendiri, dan tidak sedikit! Pengen nangis rasanya ketika membaca surat-surat, khutbah-khutbah serta untaian kata-kata mutiara Imam Ali dalam kitab Nahj al-Balaghah. Dalam kitab itu termasuk pula diberitakan tentang betapa luar biasa sabarnya Imam Ali dalam menanggung beban penderitaan selama masa kepemimpinannya yang singkat itu…Tidak jarang saya sampai menitikkan air mata membayangkan betapa agungnya sosok pribadi ini.
    So, di mana letak kesalahan Aisyah terkait dengan peristiwa di atas? Saya kutipkan 3 poin saja buat para pembaca budiman. Jelas sekali pada peristiwa tersebut Aisyah telah melakukan kesalahan besar, karena ia telah melanggar perintah Rasulullah SAW, yaitu :
    1. Keluar rumah sepeninggal Rasulullah SAW.
    2. Tidak segera kembali, ketika ia digonggongi anjing di Hauab.
    Aisyah tetap bergerak menuju Basrah dengan menunggangi onta Askar. Setelah sampai di Hauab, terdengar banyak suara anjing menggonggong. Seketika Aisyah teringat perintah Rasul agar tidak menaiki onta tersebut dan membatalkan perjalanannya untuk kembali ke Mekkah. Tetapi Talhah menyuruh orang-orang di sekitar tempat tersebut untuk bersumpah bahwa tempat tersebut bukanlah Hauab. Akhirnya Aisyah pun percaya, dan tetap pada tujuannya semula untuk memerangi Imam Ali kw.
    3. Memerangi Imam Ali, dimana Nabi telah memerintahkan umatnya untuk mencintai dan mentaati Ali. Tentang hal ini, salah seorang isteri Nabi bernama Ummu Salamah mengingatkan: “Suatu hari Rasulullah SAW pernah berpidato sambil menunjuk ke arah tempat tinggal Aisyah, beliau bersabda : “Di sinilah fitnah, di sinilah fitnah, di sinilah fitnah darimana munculnya tanduk syaitan”

    Begitulah kenyataan sejarah……

    Wah, jadi ngelantur kesana-kemari nih, padahal topiknya WANITA BEKERJA….maaf nya…Sebetulnya komentar saya tidak pada tempatnya, tapi ketika ada kalimat yang seolah-olah mengatakan bahwa berperangnya Aisyah adalah suatu keistimewaan, saya tergerak untuk sedikit sharing knowledge.

    Si Eneng wrote:
    Tidak ada seorang ulama yang melarang wanita untuk menuntut ilmu, sedangkan dalam mencari nafkah(bekerja), ada beberapa ketentuan yang harus disepakati.

    Subhanallah….kalo ini setuju banget…!

    Demikian dari akang, mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kata-kata yang kurang berkenan…..lanjutkan terus kegiatan menulisnya jangan kayak saya yang terlalu disibukkan dengan ‘ngolotrak’ depan komputer….hiks

    Wallahu a’lam

  2. Bagus, tapi bila melihat kodrat dan kewajiban laki-laki, maka sesungguhnya uang yg didapatkan termasuk “shadaqoh” krn suami bekerja tetaplah sebuah kewajiban, tetapi bila melihat keadaan sekarang, tulisan diatas bisa dipertimbangkan, krn bagaimanapun wanita berada di rumah, dan tugas suami adalah mencari nafkah,

  3. i’m agree… ketika anda belum pernah merasakan manfaat hukum itu sendiri, memang seakan-akan ada pembeda antara laki2 dan perempuan, tapi saya telah mengalami sendiri dalam pernikahan saya.. begitu terasa ketika aturan itu di langgar, dan begitu nyata ketika bisa diterapkan.. saran saya, jangan lah percaya atas semua tulisan yang anda baca…. tapi buktikan manfaatnya.. karena allah SWT tahu, bagaimana tabiat manusia sebagai makhluk ciptaanya.. semoga bermanfaat

  4. hadits Nabi : Saat seorang wanita keluar dari rumahnya, maka syaitan mengelu elukannya.
    Firman ALLOH QS.33:33 : Tetaplah kamu sekalian dirumahmu,
    Kekecualian wanita keluar rumah hanya dalam keadaan darurat: Janda tak punya penghasilan, Seorang istri yang suaminya sakit sehingga tdk bisa mencari nafkah, menuntut ilmu.
    saya belum menemukan dalil yang meringankan dari hukum hukum ini.
    Dengan berbagai alasan, banyak yg mencari keringanan dari hukum hukum ALLOH utk kepentingan dirinya.
    QS.33 :33 : ALLOH menghapus dosa dan menyucikan diri ahlul bait (bagi wanita)
    So, hanya keimanan yang bisa menerima Firman firman ALLOh secara utuh dan mutlak.
    WALLAHUALAMBISAWAB

  5. Jangan percaya comment yg menjelek2kan ummul mukmini Aisyah, r.a. Tidak pantas mulut kotor kita mencela istri yg mulia Rasulullah shalallahualaihiwasallam, seperti apapun dia. Seandainya salah, maka wajar sebagaimana manusia biasa, dan rahmat Allah pada segenap istri Rasul yg mulia. Untk saudara2ku, Waspadailah SYI’AH RAFIDHAH yg mengagung2kan beberapa Sahabat Rasulullah dan menjelek2kan sbagian yg lain, syiah rafidhah adalah salah satu dari 72 Golongan yg sesat dan berakhir di neraka jahannam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s