Waktu

Pada saat bersamaan, seekor menjangan dan singa berada di padang rumput. Menjangan itu berusaha untuk melompat secepat dan sejauh mungkin agar tidak menjadi santapan makan siang si Raja Hutan. Singa pun tak mau kalah, dia cepat-cepat mengejar menjangan.

Begitulah dunia binatang yang saling memangsa, di mana satu memakan yang lain. Bagaimana kita sebagai manusia??Apakah peran kita sebagai menjangan atau singa??Jika kita singa yang lambat, maka tidak akan mendapat apa-apa. Akan tetapi, kalau kita menjangan yang lambat, maka kita akan diterkam singa. Satu-satunya pilihan adalah menggunakan setiap waktu yang kita miliki untuk melakukan hal terbaik.

Setiap orang memiliki waktu yang sama, 24 jam sehari. Akan tetapi, kenapa hasilnya bisa berbeda-beda? Ada yang usahanya sangat beruntung, namun ada yang tidak mengalami kemajuan, bahkan merugi.

Ada yang mengatakan, jika kita ingin tahu siapakah manusia terbodoh, maka lihatlah orang-orang yang memiliki modal waktu, tenaga, dan kemampuan lainnya tetapi “menghambur-hamburkannya”.

Dalam hidup ini, waktu adalah sesuatu yang tidak bisa direm, berjalan terus, tidak mungkin bisa dihentikan. Meskipun setiap orang punya jatah yang sama, 24 jam sehari, tetapi tidak semua orang mendapatkan hasil yang sama. Seorang konglomerat sukses, memiliki 24 jam sehari, seorang pengangguran juga memiliki 24 jam sehari. Tetapi hasil yang mereka dapat tidaklah sama. Semuanya tergantung pada kemampuan mengatur dan mengisi jatah waktu yang dimilikinya.

” Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.”
(QS. Al Ashr[103] : 1- 3)

Rasululloh SAW bersabda, “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umurnya dan baik amalannya. Dan sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang diberi umur yang panjang dan jelek amalannya.” (HR. Ahmad)

Dari firman Alloh serta hadits Rosululloh di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa setiap manusia yang terus bertambah umurnya akan merugi kecuali orang yang memiliki kemampuan memanfaatkan waktu untuk empat perkara:

#1 menguatkan keimanan atas kebenaran,
#2 berusaha menjadikan perbuatannya sebagai amal,
#3 mendakwahkan kebenaran sekaligus menjadi contoh,
#4 melatih kesabaran untuk menegakkan kebenaran.

Wallohua’lam

Cheers,

– admia is my fabulous nick –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s