[CINTA]MENCARI EMAS 24 KARAT

*** dari sebuah milist ***

Keping Emas atau Kuningan
[ … When Love Must Choose … ]

Alkisah ada seorang raja yang kaya raya dan sangat
baik. Dia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan,
sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi
satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan
hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka
gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil
kepingan emas terserah mereka.

Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi
satu maka sulit sekali membedakan, mana yang emas dan
mana yang kuningan, lantas mana yang kadar emasnya 24
karat atau mana yang emasnya cuma 1 karat. Namun ada
peraturan dari sang raja yaitu apabila mereka sudah
memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak
boleh mengembalikannya lagi dengan alasan apapun.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat
emas hanya 1 karat atau yang mendapatkan kuningan,
mereka dapat bekerja di kebun milik raja dan bila
merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan
menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi
sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya sambil
mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari semua
penjuru dan satu persatu dari mereka, dengan
berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu
yang diberikan kepada mereka semua ialah sejumlah satu
setengah hari’
dengan perhitungan setengah hari untuk memilih,
setengah hari untuk merenungkan, dan setengah hari
lagi untuk memutuskan.

Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan
emas, sebab karena tidak jarang terjadi perebutan emas
yang sama diantara mereka. Selama proses pemilihan
berlangsung, seorang prajurit bertanya kepada salah
satu rakyatnya, “Apa yang kau amat-amati, sehingga
satu setengah hari kau habiskan waktumu disini?”

Jawab orang itu “Tentu saja aku harus berhati-hati,
aku harus mendapatkan emas 24 karat itu.” Prajurit itu
pun bertanya lagi,
“Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada,
atau hanya ada satu di antara setumpuk emas ini,
apakah engkau masih saja mencarinya sedangkan waktumu
sangat terbatas?” Jawab orang itu lagi “Tentu saja
tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada
ditanganku begitu waktuku habis”.

Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang
yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang
cukup kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, “Hai
orang kaya, apa yang kau cari disini, bukankah engkau
sudah punya lebih dari cukup?” Jawab orang kaya tadi,
“Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil
emas ini, tentu saja itu berarti menambah daftar
kekayaanku”.

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu per satu
dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yang dari
awal selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu
dihampirinya orang itu. “Mengapa engkau diam saja,
tidakkah engkau memilih emas-emas itu atau tekadmu
sudah bulat untuk mengambil keping emas yang itu?”

Mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam
saja, maka prajurit itu penasaran dan bertanya lagi
“Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat,
sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang
lainnya?”

Orang itu masih terdiam, sehingga prajurit itu semakin
heran. “Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? ”
Sambil menatap prajurit dia pun
menjawab, “Tuan saya ini orang miskin, saya tidak
pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan,
tetapi hati saya memilih emas ini. Hamba tidak tahu
berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini
hanya kuningan pun saya juga tidak tahu.” “Lalu
mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka,
atau kepadaku kalau engkau tidak tahu?” Tanya prajurit
itu lagi.

“Tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut
saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana
yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24
karat. Tapi satu hal yang saya percaya, janji raja
untuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih
penting” jawabnya lugu.

Prajurit ini semakin penasaran “Mengapa bisa begitu?”
“Berapa pun kadar karat emas ini cukup buat hamba,
sebab kalau saya upah bekerja, saya membutuhkan waktu
bertahun-tahun menabung untuk membeli emas. Apalagi
karena ini pemberian raja, tentulah saya menerimanya
dengan senang hati”

“Dan lagi pula tuan bukankah peraturannya, saya tidak
boleh menukar keping emas yang sudah saya ambil.”
Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari
orang ini. “Tapi engkau dapat mengambil keping emas
yang lain dan menukarkannya, sekarang kan masih banyak
waktu?” tanya prajurit lagi.

“Saya sudah mengambil keputusan tuan, jika saya
gantikan emas ini dengan yang lain pun, belum tentu
saya mendapatkan yang lebih baik dari punya saya ini.
Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat
milik saya ini untuk menjadikannya emas yang murni.”

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir
sudah kegiatan mereka.

Lalu sang raja pun keluar dan berdiri di tempat
yang tinggi sambil berkata, “Wahai rakyatku yang
kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah
hadiah yang telah kuberikan. Dan sesuai dengan
perjanjian awal, tidak seorang pun diperbolehkan
menukar, atau menyia-nyiakan hadiah itu, atau orang
itu akan mendapat hukuman karena dia tidak menghargai
pemberian raja!” kata-kata raja itu disambut hangat
oleh rakyatnya.

Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya, sang raja
memberitahu tentang satu hal lagi. “Ketahuilah,
sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini
dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada
kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah
karat itu, karena akulah yang memilikinya. ”

“Selama satu setengah hari, terutama setengah hari
yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian
semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk
datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi
sayang sekali tidak ada satu orang pun yang datang
kepadaku untuk menanyakannya. ”

Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu
mengajarkan kesabaran kepada rakyatnya, dan selama
bertahun-tahun kemudian dengan sabar sang raja pun
menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~

Kisah di atas adalah refleksi dalam mencari pasangan
hidup.

1. Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacar
(masa setengah hari pertama untuk memilih)

Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang
sempurna, dan jangan lupa emas itu milik sang raja,
hanya dia yang tahu menahu masalah itu, jadi jangan
lupa berdoa dulu sebelum mulai mencari pasangan.

2. Bagi yang telah punya pasangan tapi belum
menikah (masa setengah hari kedua untuk merenungkan)

Mungkin pertama kali anda mengenal, si dia nampak
emas 24 karat, ternyata setelah bertahun-tahun kenal,
si dia hanya berkadar 1 karat, atau malah kuningan.
Diluar memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan,
sama dengan rakyat yang memilih emas tadi, akan tetapi
pada saat kita sudah mendapatkannya, ingatlah : belum
tentu kalau kita melepaskannya, kita akan mendapatkan
yang lebih baik.

Kalau anda merasa telah mendapatkannya, hal yang
terbaik dilakukan ialah menilai si dia secara
obyektif, karena itu keterbukaan dan komunikasi
sangat penting dalam menjalin hubungan, dan
cobalah anda untuk menyelaraskan hati bersamanya.

Apabila anda mengetahui tentang hal terjelek dalam
dirinya sebelum Anda menikah itu justru lebih baik,
dengan demikian Anda tidak perlu merasa shock setelah
menikah. Tinggal bagaimana anda menerimanya, apakah
anda mampu menerimanya atau tidak. Jangan anggap tidak
pernah ada masalah dalam jalan cinta, justru jika
dalam tahap ini anda tidak pernah mengalami masalah
dengan pasangan Anda dengan kata lain tidak pernah
bertengkar mungkin, sebaiknya anda malah harus
waspada, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat,
berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam
hubungan anda.

Yang terpenting adalah niat baik antara pasangan,
sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu
selalu ada jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini,
anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk
memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan,
akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.

3. Bagi yang akan menikah atau terlanjur menikah
ha..ha.. (masa setengah hari untuk memutuskan)

Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti anda telah
mengambil keputusan untuk memilihnya, jangan pernah
berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan
Anda. Sama halnya dengan orang kaya di cerita tadi,
pada umumnya setiap orang tidak pernah puas dengan
diri pasangannya, maka tidak heran banyak terjadi
perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal
dengan pilihan anda sendiri, bersikaplah dewasa serta
tidak perlu kuatir sebab raja selalu memperhatikan
rakyatnya dan menambah kadar karat pada emasnya.

*** apapun yang ada dalam genggaman kita sekarang, jagalah, dan syukurilah..!!!***

4 thoughts on “[CINTA]MENCARI EMAS 24 KARAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s