TAHU+TEMPE…I MISS U

Suatu sore, ketika sedang ingin makan tahu isi dan tempe goreng…
nemu tempe nemu tahu isi

============================================
si sayah (15/01/2008 9:50:49): ngomong2, kok bisa harga2 pada naik ya?

si dia (15/01/2008 16:22:56): mungkin fundamental ekonomi Indonesia di bangun tidak berdasarkan pasar global

si sayah (15/01/2008 16:34:13): berdasarkan apa dong,pak?
si sayah(15/01/2008 16:34:23): solusinya apa?

si dia (15/01/2008 16:32:23): berdasarkan kebijakan
si dia (15/01/2008 16:32:37): menggunakan subsidi

si sayah(15/01/2008 16:35:25): yg bisa cuma pemerintah?
si sayah(15/01/2008 16:35:36): dari sisi rakyat,apa yg bisa dilakukan?

si dia (15/01/2008 16:33:01): berarti semua harga ingin dibuat tetap
si dia (15/01/2008 16:33:22): ya emang seperti itu
si dia (15/01/2008 16:33:34): kebijakan fundamental negara
si dia (15/01/2008 16:33:46): emang haknya pemerintah
si dia (15/01/2008 16:34:00): sederhana berusaha
si dia (15/01/2008 16:34:08): mempertahankan nilai aset
si dia (15/01/2008 16:34:16): dengan membiasakan diri
si dia (15/01/2008 16:34:50): menggunakan dan menyimpan dalam kurs atau mata uang yang stabil
si dia (15/01/2008 16:35:20): bagaimanapun terjadi pergolakan nilai tetep stabil

si sayah(15/01/2008 16:38:20): dollar?

si dia (15/01/2008 16:36:06): bukan
si dia (15/01/2008 16:36:09): terserah

si sayah(15/01/2008 16:38:43): apa misalnya,pak?
si sayah(15/01/2008 16:38:45): EURO?

si dia (15/01/2008 16:36:27): JPY

si sayah(15/01/2008 16:38:55): kalo invest di emas,gimana?

si dia (15/01/2008 16:36:33): atau di ke-emas-kan

si sayah(15/01/2008 16:39:12): emas jg kan sekarang naik terus
si sayah(15/01/2008 16:39:28): malah kayanya ga turun2

si dia (15/01/2008 16:37:08): yup
si dia (15/01/2008 16:37:21): jadi uang kamu kan ga turun
si dia (15/01/2008 16:37:35): nilai barang berharga lebih stabil

si sayah(15/01/2008 16:40:04): alhamdulillah….berarti aku ga salah pilih nih

si dia (15/01/2008 16:38:53): pemerintah kita emang tidak berupaya rakyatnya melek ekonomi
si dia (15/01/2008 16:39:05): atau udah terlalu terbuai dengan harga murah
si dia (15/01/2008 16:40:00): jadi jangan salah bisa terjadi
si dia (15/01/2008 16:40:13): harga beras 20 rb
si dia (15/01/2008 16:40:27): atau malah turun jadi 4rb
si dia (15/01/2008 16:45:52): yang aman tuh sedikit-sedikit
si dia (15/01/2008 16:46:04): rakyat harus di beri penjelasan
si dia (15/01/2008 16:46:27): tentang reaksi fluktuasi harga
si dia (15/01/2008 16:46:39): sebetulnya
si dia (15/01/2008 16:47:23): harga murah itu tidak selamanya baik
si dia (15/01/2008 16:47:37): bahkan murah sama dengan hancur
si dia (15/01/2008 16:47:58): itu lah kenapa banyak orang Indonesia ga mau tani kedelai

si sayah(15/01/2008 16:50:37): iya ya…harga BBM di luar kan lebih mahal dari di qta
si sayah(15/01/2008 16:50:52): tapi perekonomian di sana pasti lebih stabil

si dia (15/01/2008 16:48:34): boleh di bilang sangat jauh sekali
si dia (15/01/2008 16:48:53): Rakyat indoneisa
si dia (15/01/2008 16:49:04): sudah dibudayakan untuk bermimpi
si dia (15/01/2008 16:49:28): wallohu a’lam

si sayah(15/01/2008 16:51:27): kalo Indonesia kira2 butuh berapa lama utk stabil ya,pak?
si sayah(15/01/2008 16:52:13): apa solusinya cuma di tangan pemerintah?

si dia (15/01/2008 16:49:58): engga
si dia (15/01/2008 16:50:22): tapi dampak majornya ada di pemegang regulasi

si sayah(15/01/2008 16:52:52): qta jg bisa sih…tapi ga secepet kalo pemerintah yg handle kali ya?

si dia (15/01/2008 16:50:35): siapa dia pemerintah
si dia (15/01/2008 16:50:45): nah itu
si dia (15/01/2008 16:51:06): tapi saya nilai SBY sudah menuju jalan yang benar
si dia (15/01/2008 16:51:22): semua subsidi harus dicabut secara gradual
si dia (15/01/2008 16:52:24): saya nilai kebijakan subsidi yang jor-joran hanya di Indonesia
si dia (15/01/2008 16:53:12): hampir semua kebutuhan dan barang di subsidi

si sayah(15/01/2008 16:55:41): apa kondisi sekarang sedang menuju stabil?

si dia (15/01/2008 16:54:30): saya nilai sih seperti itu
si dia (15/01/2008 16:54:47): dimana semua rakyat berpikir
si dia (15/01/2008 16:54:57): akan kebutuhan ekonomi nya

si sayah(15/01/2008 16:57:22): seleksi alam jg meureun nya’

si dia (15/01/2008 16:55:12): jangan salah
si dia (15/01/2008 16:55:20): kalo semua subsidi di cabut
si dia (15/01/2008 16:55:32): dan rakyat Indonesia tetap eksis
si dia (15/01/2008 16:56:02): yang paling kuat dan solid rakyat kecil mba
si dia (15/01/2008 16:56:14): kita liat dan analisa
si dia (15/01/2008 16:56:34): rakyat kecil di cabut BBM
si dia (15/01/2008 16:56:50): jadi dia harus ngantri minyak dan bayar lebih
si dia (15/01/2008 16:57:00): tapi liat di neraca
si dia (15/01/2008 16:57:23): berapa banyak hutang rakyat kecil
si dia (15/01/2008 16:57:31): akibat naik BBM
si dia (15/01/2008 16:57:43): tidak naik secara signifikan
si dia (15/01/2008 16:57:59): tapi liat industri tekstil
si dia (15/01/2008 16:58:07): minyak naik
si dia (15/01/2008 16:58:12): langsung bangkrut
si dia (15/01/2008 16:59:09): nah itulah yang harus sama2 kita fahami
si dia (15/01/2008 16:59:23): dulu juga mekanisme subsidi
si dia (15/01/2008 16:59:35): mungkin untuk pemerataan bagi rakyat

si sayah(15/01/2008 17:02:46): kira2 berapa lama,pak kondisi kaya sekarang?

si dia (15/01/2008 17:00:36): lebih dari 2 tahun

si sayah(15/01/2008 17:04:01): kepercayaan investor asing,seberapa gede pengaruhnya?

si dia (15/01/2008 17:01:38): dasarnya dari kebikjakan APBN berjalan
si dia (15/01/2008 17:01:55): justru dengan ditarik subsidi
si dia (15/01/2008 17:02:04): investor asing makin bergairah

si sayah(15/01/2008 17:04:46): tapi denger2 kok ngga ya
si sayah(15/01/2008 17:05:05): temenku kan marketing,investor asing kok katanya malah lebih milih Vietnam

si dia (15/01/2008 17:02:45): di bursa saham, emitennya naik
si dia (15/01/2008 17:02:54): saham2 telkom tambang emas
si dia (15/01/2008 17:03:01): dan property
si dia (15/01/2008 17:03:05): diburu
si dia (15/01/2008 17:03:22): kalo masalah dengan vietnam lain
si dia (15/01/2008 17:04:10): kalo menurut saya
si dia (15/01/2008 17:04:31): kunci sukses negara ini
si dia (15/01/2008 17:04:49): ada pada paradigma rakyat
si dia (15/01/2008 17:05:26): tapi untuk mengubah paradigma butuh kebijakan frontal

============================================
Jadi kira-kira kapan saya bisa makan tempe+tahu lagi?hiks…hiks…
Sudah 3 hari ini, tiap ke pasar, tidak pernah ketemu lagi si bapak penjual tahu Bandung, atau mas-mas penjual tempe, di semua ibu penjual sayur juga udah gak pernah lagi terlihat tahu tempe dan teman-temannya. Padahal seminggu yang lalu masih bisa bikin tempe mendoan dengan bejibun bawang daunnya….hmmm…yummmiee…

Tempe, tahu, susu kedelai…i miss you so much….biarpun udah ada Soyjoy – the joy of soybar….saya sih lebih pengen the bar of tempe

2 thoughts on “TAHU+TEMPE…I MISS U

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s