MULUTMU,HARIMAUMU(THE POWER OF SPEAKING)

lisanBeberapa hari yang lalu, ketika sedang mengganti-ganti channel televisi, saya tertarik untuk menyaksikan acara di Metro TV, yang kebetulan sedang menyiarkan acara-nya PERTAMINA, SMILE. Acara yang dipandu pasutri Nurul Arifin dan Mayong Suryolaksono ini sedang mewawancarai bintang tamu, Gito Rollies, mantan penyanyi rock yang kini memilih untuk menyiarkan ajaran agama Islam dan berganti penampilan dengan gaya berpakaian yang Islami pula.

Ada yang menarik hati saya, dari apa yang disampaikan mas Gito, yaitu pada saat beliau menyampaikan apa yang paling berkesan dari perjalanan hidupnya selama ini. Menurutnya, pengalaman hidup di masa lalu dengan segala macam dosa yang sudah dilakukannya, ada satu perbuatan yang akibatnya lebih mengerikan daripada beliau mabuk-mabukan, yaitu akibat dari lisannya. Entah seperti apa pengalamannya beliau mengenai akibat lisan ini, mungkin seperti pengalaman saya atau mungkin juga tidak, hehe…

Saya mencoba merenung, mungkin benar adanya, mulut kita akan menjadi harimau untuk diri kita sendiri juga orang lain. Lisan, yang apabila tidak dijaga, dia akan menjadi sesuatu yang bisa menyakiti, atau bahkan menghancurkan hidup seseorang. Dari lingkungan sekitar termasuk juga pengalaman sendiri, saya sering melakukan, dan menyaksikan , betapa mudah orang-orang membuka aib, kekurangan, atau kesalahan orang lain, sadar ataupun tidak, dan tanpa tahu manfaat apa untuk dirinya ataupun orang yang menjadi lawan bicaranya.

Banyak orang yang sering lupa diri, pada saat diuji dengan kesenangan, sehingga begitu sulit untuk memposisikan diri sebagai orang yang sedang mendapatkan ujian yang tidak menyenangkan. Manusia sering tidak sadar, bahwa kesenangan juga merupakan ujian, sehingga seringnya menjadi lalai untuk bersyukur dan tidak bersiap untuk hal yang sebaliknya. Banyak orang yang lulus diuji dengan penderitaan, tetapi gagal pada saat diuji dengan kesenangan.

Harta,jabatan, suami/istri, anak-anak, keluarga, teman-teman, pekerjaan, kepercayaan, dan lain sebagainya, semuanya bisa menjadi sumber nikmat, sekaligus bencana. Banyak orang yang pada saat mendapatkan semua bentuk nikmat itu, begitu ringan bicara tentang apa yang dimilikinya, dengan bangga dan merendahkan orang lain yang kebetulan tidak atau belum diberi kesempatan untuk memiliki nikmat tersebut.

Saya sendiri mengalami, terkadang mulut ini tidak tahan untuk mengatakan kejelekan orang lain, terutama pada saat saya sedang kecewa atau merasa tersakiti oleh orang tersebut. Atau kadang saya bermaksud guyon, dengan mengatakan kekurangan seseorang baik di depan orangnya, atau seringnya pada saat orangnya tidak ada. Pada saat itu mungkin jarang sekali saya mencoba menempatkan diri saya di posisi orang yang sedang saya jelek-jelekkan tersebut. Dengan pembenaran, saya sedang bercanda, atau saya sedang menjadi makhluk yang terdholimi, sehingga semua orang(kalau bisa seluruh dunia) harus tahu betapa orang tersebut sangat jelek, dan betapa saya sangat tersakiti(dengan kata lain, sebenarnya pada saat itu kita ingin dilihat sebagai orang yang sangat baik):p

Astagfirullah…berapa banyak perkataan sia-sia yang sudah keluar dari mulut ini? Berapa banyak hati yang sudah terkoyak oleh tajamnya lisan yang keluar dari mulut ini?

Andaikan saya bisa menelan seluruh perkataan yang tidak berguna itu, akan saya telan semua dan tak akan dikeluarkan lagi kecuali perkataan yang baik dan membawa kebaikan untuk orang lain.

Tetapi kita juga tidak memungkiri akan adanya kekuatan lisan yang bisa mengubah keadaan, membangkitkan semangat juang, serta bisa menjernihkan hati yang keruh.

Selain menimbulkan sakit hati, kebencian, dan keterpurukan jiwa seseorang, kita juga tidak bisa memungkiri, bahwa lisan juga bisa membangkitkan energi positif untuk manusia.

Contohnya banyak sekali, nasihat dan dorongan orang tua untuk anak-anaknya, dukungan atau pujian suami/istri untuk pasangannya, serta ucapan yang baik seperti semangat dan penghargaan dari teman, maupun rekan kerja.

Di akhir tulisan ini, perkenankan saya meminta maaf kepada semua orang yang mungkin pernah tersakiti dengan lisan saya. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa memberikan kekuatan kepada kita semua untuk menjaga lisan ini, sehingga apa yang terucap hanyalah sesuatu yang menimbulkan kebaikan saja. Aamiin.

2 thoughts on “MULUTMU,HARIMAUMU(THE POWER OF SPEAKING)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s