Tetap Ikhtiar – Tes Alergi(FRT & NFRT) dan Pre-PLI

Tes Alergi** Tulisan ini saya tujukan juga untuk mbak Rina, yang memberikan komentar di tulisan saya sebelumnya.**

Berdasarkan rekomendasi dari dokter Andrologi, langkah selanjutnya yang kami lakukan adalah menuju Klinik Sayyidah – Laboratorium Klinik Imunologi dan Kesehatan Reproduksi. Berikut alamat lengkapnya:

Klinik Sayyidah
Jl. Taman Malaka Selatan No.6,
Pondok Kelapa
Jakarta – 13450
Telp. (021) 869 02950, 865 5179

Di klinik ini kami melakukan terapi untuk menurunkan ASA, dengan cara menyuntikkan lekosit(darah putih) suami ke tubuh istri, atau istilah medisnya disebut PLI(Paternal Leucocyte Immunization). Sebelum melakukan PLI, ada beberapa tahap yang harus dilakukan oleh pasangan suami istri, yang bertujuan untuk menunjang keberhasilan proses PLI. Jika istri memiliki bakat alergi, atau nilai IgE-nya tinggi(lebih dari 100), maka yang harus dilakukan adalah FRT(Food Response Test/Uji Respon Makanan) dan NFRT(Non Food Response Test/Uji Respon Bukan Makanan). Ada beberapa zat makanan dan zat non makanan yang bisa memicu alergi(allergence).

Berikut ini adalah daftar alergen untuk FRT:
1. Bandeng
2. Udang
3. Kakap
4. Kepiting
5. Cumi-cumi
6. Tongkol
7. Kerang
8. Putih Telur
9. Kuning Telur
10. Ayam
11. Susu Sapi
12. Kacang Tanah
13. Kacang Mete
14. Kedelai
15. Tomat
16. Wortel
17. Nanas
18. Coklat
19. Teh
20. Kopi
21. Gandum

Berikut adalah daftar alergen untuk NFRT:
1. Debu
2. Tungau
3. Serpih Kulit Manusia
4. Tepung Sari Rumput
5. Tepung Sari Padi
6. Tepung Sari Jagung
7. Tepung Sari Jamur
8. Kecoa
9. Bulu Kuda
10. Bulu Kucing
11. Bulu Anjing
12. Bulu Ayam

Tes AlergiProses pengujian alergi, ada yang dilakukan di punggung, ada jg yang di kulit lengan bagian dalam. Di klinik Sayyidah, tes alergi dilakukan di kedua belah tangan. Biasanya FRT di tangan sebelah kanan, dan NFRT di lengan kiri.
Tahap-tahapnnya lebih kurang seperti berikut:
1. Pada kedua lengan pasien akan dibuat garis-garis dengan spidol merah, berupa kotak-kotak sebanyak alergen yang akan diujikan.
2. Pada setiap kotak, dokter akan menusukkan jarum yang diikuti dengan meneteskan zat alergen pada lubang bekas jarum tersebut.
3. Setelah semua alergen diujikan pada lengan, pasien akan ditinggal selama +/- 20 menit, dengan tangan yang tidak boleh bergerak, supaya alergen tidak bercampur satu sama lain.
4. Setelah 20 menit, dokter akan datang lagi untuk mengecek tingkat alergi pasien, dengan cara mengusap cairan alergen yang masih ada, kemudian meraba benjolan pada kulit yang ditimbulkan oleh setiap alergen. Dokter menentukan tingkat alergi dengan indeks NEGATIF (-) atau POSITIVE(+). Untuk yang positif, ada 2 jenis yaitu +1 dan +2.
+1 : Pasien tidak boleh mengkonsumsi alergen yang ada pada suatu makanan dari bahan pokoknya langsung, tapi hasil olahannya masih boleh dikonsumsi.
Contoh: jika alergen ayam menunjukkan indeks +1, berarti pasien tersebut tidak boleh mengkonsumsi daging ayam, tetapi masih boleh makan air kaldunya.

+2 : Pasien tidak boleh mengkonsumsi alergen yang ada pada suatu makanan baik yang bahan pokok maupun hasil olahannya.
Contoh: jika alergen kedelai menunjukkan indeks +2, maka pasien dilarang makan semua makanan yang berbahan pokok kedelai, termasuk makanan hasil olahannya, seperti tempe, tahu, dan sebagainya.

Untuk suami, sebelum dilakukan PLI, sebelumnya harus melakukan tes Pre-PLI, dengan menguji sampel darahnya apakah aman atau tidak jika disuntikkan ke tubuh istrinya.

Demikian pengalaman ikhtiar kami dalam episode mensiasati faktor alergi sperma. Alhamdulillah, darah suami saya sehat, secara doi emang sering donor darah, sehingga proses PLI bisa langsung dilakukan. Dari sisi saya, karena emang ada bakat alergi,(terlihat dari nilai IgE 185), maka ada beberapa makanan yang sebaiknya jangan dikonsumsi untuk mendukung berhasilnya proses menekan laju antibodi yang tinggi. Untuk FRT, indeks +2 pas banget di kedelai, sehingga saya harus bersedih hati tidak bisa lagi makan tempe, tahu favorit saya, hiks…!

Next Step —> PLI

2 thoughts on “Tetap Ikhtiar – Tes Alergi(FRT & NFRT) dan Pre-PLI

  1. sudah ada alternatif tes dan terapi alergi dengan metode biofisika
    yang tidak sakit, tidak disuntik, bebas efek samping, tidak pakai obat / bahan kimia, bisa untuk semua umur dari bayi sampai manula, tidak memerlukan periode bebas alergi dan bebas obat anti alergi. informasi detilnya di http://www.bio-e.net

    bagi kalangan medis, bisa ikut pelatihan cara tes alergi metode biofisika yang kelebihannya sama seperti diatas, bisa memeriksa alergen apapun termasuk obat yang akan diresepkan ke pasien, sehingga mencegah terjadinya tuduhan ‘malpraktek’ mengurangi resiko terjadinya alergi obat pada pasien anda.

    bagi mereka yang menderita alergi, dan sudah mencoba terapi tetapi belum mendapat manfaat, silahkan mencoba metode ini. dibandingkan dengan terapi konvensional yang ada, metode ini jauh lebih cepat dan lebih ekonomis. saya sekeluarga sudah mendapat manfaat dari metode ini.

    semoga informasi ini bermanfaat.

    Bee:
    Pak Dr.Ali, terima kasih atas infonya…

    • Boleh tau alamat lengkapnya untuk metode biofisika..? istri saya alergi terus soalnya,, dan blm diketahui penyebabbnya mengingat mau tes alergi persyaratannya cukup banyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s