Tea For Two – Wanita dan KDRT

Dua minggu yang lalu, suami saya membelikan beberapa buku yang genre-nya lagi saya suka. Buku itu antara lain: Toilet(by Endang Rukmana), New Emon(buku ke-2 Tuilet, by Oben Cedric), dan Tea For Two.

Dua Buku pertama merupakan buku ber-genre novel gokil, dan dua-duanya merupakan plesetan dari novel favorit saya “Twilight Saga”. Sedangkan buku yang ketiga merupakan sebuah novel metrotop lokal yang ditulis oleh Clara Ng. Toilet dan New Emon saya baca masing-masing sehari untuk setiap bukunya, dan itupun saya curi-curi waktu di sela-sela jam kantor, kalau pas ngantuk atau mentok ama kerjaan. Dua buku tersebut serius abis, serius ancur maksudnya…kocak banget, meskipun rada-rada jorok(dalam arti sebenar-benarnya, bukan menjurus ke hal-hal seksual lho! Saya tidak berkenan memberikan contohnya, karena siapa tahu saat anda membaca tulisan ini, anda sedang mengunyah makanan yg asin-asin atau sejenisnya,hihihi…pokoknya saya tidak berminat untuk mengurangi selera makan siapapun).

Kita langsung saja membahas buku yang ketiga, yaitu “Tea For Two”, selanjutnya kita singkat TFT. Adapun tema dari buku ini adalah tentang KDRT(Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Sebenarnya sangat bertentangan sekali dengan mood saya saat ini, yang lagi suka-sukanya baca buku yg sangat tidak serius, buku-buku yang bikin saya merasa rileks dan bisa tertawa lepas, baik itu tertawa sendiri ataupun bersama suami. Saya tertarik membaca TFT ini bermula dari iseng-iseng suka baca cerita di kolom Cerita Bersambung harian Kompas, saya sering mengikuti jalan ceritanya, meskipun sering juga terputus kalau suatu saat tidak menemukan koran tersebut di kantor.

Gaya bahasa dan cara menulis Clara cukup enak dibaca, mudah dimengerti, dan bikin emosi kita terbawa ke alur cerita. Contohnya pada saat Alan mengintimidasi Sassy untuk memilih antara suami atau sahabat-sahabatnya; terasa banget betapa beratnya Sassy harus memilih, walaupun pada akhirnya dia meninggalkan sahabat-sahabat terbaiknya demi membuat suaminya senang. Dan masih banyak lagi situasi-situasi dalam cerita yang membuat kita ikut terbawa emosi; berbunga-bunga, bingung, sedih, marah, tertekan, dan lain sebagainya.

Buku ini tidak hanya menyajikan fenomena kekerasan dalam rumah tangga dimana perempuan sebagai korbannya, tetapi juga memberikan inspirasi bagi para perempuan untuk sadar, apa penyebab dari KDRT, serta survive dan bisa keluar dari kondisi mengerikan tersebut.

Gambar diambil dari sini. dan dari sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s