[eMBi]Perjalanan Panjang Menjemput si Kecil(bag.4)

< < Sebelumnya

Lau Haula Period

Laa haula wa laa quwwata illaa billaah“. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah. Itulah kalimat sakti yang saya temukan di titik nol kehidupan saya, yang masih saya pegang sampai sekarang, dan semoga selalu bisa saya pegang sampai akhir hayat saya.

The Best Partner
Akhir bulan Mei 2009, saat itu saya benar-benar putus asa dengan semua ikhtiar yang saya lakukan, saya pernah bertanya kepadaNYA kenapa Dia tidak mau melihat apa yang sudah saya lakukan??Kenapa Dia memberi orang lain tanpa kesulitan seperti yang harus kami alami??Saya terpuruk, sangat terpuruk sampai bertanya apakah Allah itu ada?Apakah Dia melihat apa yang saya lakukan??Saya sempat ‘mogok’ berdoa padaNya, tapi alhamdulillah saya beruntung punya suami yang selalu ada di sisi saya, mengingatkan saya bahwa janganlah kita menyembahNya hanya untuk keperluan tertentu, kita berusaha hanya karena kita memang harus berusaha, bukan untuk menentukan hasil seperti apa yang kita mau.

Sejak saat itu suami saya berusaha mengalihkan perhatian saya supaya tidak fokus memikirkan anak terus, dia membelikan buku-buku bacaan yang ringan supaya saya bisa tertawa lepas, mengajak ke bioskop kapanpun ada film yang menarik untuk ditonton, mengajak makan di luar ke tempat makanan apapun tanpa perlu lagi susah oleh pantangan, seperti gak boleh makan seafood, daging kambing, dsb(pantangan makanan pada saat saya masih terapi). Selain itu juga, suami saya mengajak ke berbagai tempat untuk jalan-jalan, kapan saja saya mau. Terakhir-terakhir suami saya sering ngajak jalan-jalan malam, sepulang kerja, melihat Jakarta di waktu malam, menunjukkan betapa banyak orang-orang yang tidak lebih beruntung dari kami, hidup di gerobak bersama beberapa orang anak yang masih kecil-kecil bahkan ada yang masih bayi, tergeletak di trotoar jalan dengan alas seadanya. “Begitulah hidup, ada yang dilebihkan, ada yang dikurangi. Itulah keadilanNya!”, begitu kata suami saya.

Sejak saat itu saya mulai menikmati hidup saya dengan suami, atau bahkan mungkin sudah pasrah dengan ketentuanNya, karena secara ilmu manusia(medis) seharusnya sudah bisa hamil. Suami bilang, kalau sudah sampai waktunya, si kecil pasti akan datang juga, tinggal menunggu waktu yang tepat saja.

Amalan Khusus
Selama masa “Laa Haula”, ada amalan khusus yang saya lakukan bersama suami, diantaranya:
1. Membiasakan sholat Dhuha
2. Melakukan sholat Hajat
3. Memperbanyak baca istigfar setiap selesai sholat(wajib/sunat)
4. Membaca doa: “Rabbi habli min ladunka dzuriyatan thoyyibba innaka samiudu’a”
Khusus saya lakukan sendiri, adalah membaca “Rabbi habli min ladunka minasholihin” sambil mengelus perut, setiap usai sholat.

Pencerahan dari Bos
Pada saat saya terpuruk di akhir Mei 2009 itu, saya juga mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, suatu “pencerahan” dari salah seorang bos saya. Mungkin pada waktu itu beliau bisa melihat bahwa saya sedang susah dengan urusan sulit mendapatkan keturunan, beliau menceritakan pengalaman saudaranya yang sampai 15 tahun pernikahan baru diberi keturunan, itupun setelah mereka melepas sesuatu yang paling mereka cintai, sebuah cincin berlian. Beliau menasihati saya, bahwa anak bukanlah kunci kebahagian hidup sepenuhnya, banyak pasutri yang cekcok dan kemudian bubar justru malah setelah memiliki anak. Jadi, saya disarankan lebih baik bersabar, menikmati dulu kehidupan berdua dengan suami, dengan terus membenahi apa yang harus disiapkan sebelum hadirnya anak.

Beliau mengatakan, jangankan kita, selevel nabi saja diuji dengan kesulitan mendapatkan keturunan, Nabi Zakaria baru diberi keturunan pada usia yang sudah uzur dan istrinya sudah menopause. Beliau juga bercerita banyak orang-orang yang bersedekah, niatnya hanya ingin punya anak, tapi ternyata mereka tidak dikasih anak saja, berarti niatnya yang salah. Dan terakhir beliau mengatakan, bahwa dari semua anaknya, tidak ada satupun yang direncanakan, semua lahir tanpa perencanaan. Hehe…Mantabbs, Boss!! (Terima kasih,Pak!!InsyaAllah saya akan selalu ingat nasehatnya, semoga bapak sekeluarga selalu dalam keberkahan)

Pencerahan dari Pengalaman Orang Lain
Saya lupa kapan tepatnya saya menemukan sebuah blog yang isinya tentang perjuangan untuk mendapatkan momongan juga, dia seorang perempuan dengan masalah yang sama seperti saya, pernah mengidap endometriosis dan memiliki antibodi yang tinggi. Yang membedakan dia diberi kesempatan untuk ikhtiar lewat operasi laparaskopi, kemudian inseminasio, dan terakhir melakukan bayi tabung di negeri jiran. Semua tidak mendatangkan hasil, dan akhirnya mereka mengadopsi anak.

Saya trenyuh membacanya, terbayang bagaimana perasaan dia harus menerima kenyataan seperti itu. Saya saja yang sudah berikhtiar seperti ini rasanya berat sekali menerima kenyataan, apalagi dia. Tapi setelah itu saya makin sadar, bahwa ikhtiar manusia bukan kunci segalanya, semuanya tergantung IzinNya, manusia hanya memilih jalan.

Energi lain dari dr.Tarmin
Setelah itu saya makin tenang dalam penantian, dengan tetap semangat mencari jalan kesembuhan dan berserah setelah ikhtiarnya selesai saya jalankan. Sampai suatu saat saya teringat seorang teman yang kakaknya pernah mengidap kista, dan sekarang sudah sembuh dan memiliki anak. Saya menanyakan banyak hal tentang bagaimana usaha kakaknya bisa sembuh tanpa operasi. Dia bercerita banyak dan menganjurkan saya menemui seorang dokter di Bandung, namanya dokter Tarmin Soetandi, katanya selain bisa menyembuhkan kista tanpa operasi, beliau juga ‘jagonya’ bikin orang hamil kembar.

Datanglah saya ke sana, dan saya tidak kecewa karena bertemu dengan pasangan dokter suami istri yang baik dan menenangkan. Pasiennya banyak, bahkan prakteknya sampai tengah malam. Mungkin karena dokternya cukup teliti dan care ke pasien, makanya treatment-nya jadi lama.

Pada saat sesi konsultasi, suami saya menanyakan apa saya harus dioperasi?Dokter Tarmin bilang bahwa penyakit saya tidak parah, ada pasiennya yang memiliki kista di kedua ovariumnya serta ukurannya lebih besar, sekitar 5 cm, ternyata bisa hamil alami tanpa treatment apapun.

Jadi kami disarankan untuk bersabar saja, mencoba hamil secara alami. Kemudian menganjurkan saya untuk menjalani diatermi. Saya jalani saja anjurannya, meskipun kemudian saya hentikan lagi sebelum waktunya, karena ternyata dengan diatermi pun penyakit saya bergeming di ukuran 3.3 cm. Dokter Tarmin dan istrinya memberikan kebebasan kepada kami untuk memilih operasi atau hamil alami. Kami disarankan mencoba program kehamilan alami dalam waktu 3 bulan, dengan mempersilakan untuk memilih DSOG di Jakarta saja, supaya penanganannya lebih mudah.

Akhirnya saya kembali lagi ke Jakarta, dan kembali lagi menemui dokter Taufik, tanggal 14 September 2009, bertepatan dengan 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Saat itu saya mengutarakan niat saya untuk inseminasio. Dokter Taufik menyetujui, tapi mengatakan bahwa inseminasio tidak bisa dilakukan bulan itu, karena jadwalnya bentrok dengan libur lebaran.

Saya ingat kata-kata dr.Taufik saat itu: “Inseminasi tidak bisa dilakukan bulan ini, karena rumah sakit libur. Paling akhir bulan depan. Tapi saya kasih resepnya, penyubur dengan dosis yang rendah. Siapa tahu, nanti sel telurnya ke luar dari 2 sisi, sehingga bayinya bisa kembar. Di sini(BIC=Bunda International Clinic, salah satu tempat untuk fertilisasi buatan) lagi musim kembar lho…hehe…!Sekarang banyak dzikir aja ya, ini kan 1o hari terakhir…”

Saya kembali dengan perasaan yang gak jelas, sempat berpikir, apakah masih ditunda lagi dengan tidak bisa inseminasio segera? Tapi ya sudah, yang penting sudah berusaha. Pulang dari dokter, saya mencoba menebus resep yang seharusnya harus segera diminum karena saat itu sudah hari ke-3 haid, seharusnya kalau mau program hamil obatnya harus sudah diminum sejak hari pertama haid. Saya mencari ke beberapa apotek, anehnya, obat penyubur yang diresepkan tidak ada. Akhirnya saya pasrah, mungkin memang belum waktunya hamil. Tapi saat itu saya tetap minum spirulina dan gamat, tujuannya hanya ingin sehat saja, tidak banyak berharap tentang hamil.

Belajar Kehilangan
Lebaran 2009, pulang ke Bandung, untuk berlebaran dan silaturahim dengan keluarga dan kerabat. Saat itu ibu saya mengabari bahwa salah seorang kerabat ada yang harus operasi kanker payudara. Saya langsung teringat spirulina dan gamat, saya mencari informasi tentang kandungan gizi duo suplemen tersebut. Ada banyak kesaksian yang mengatakan bahwa suplemen tersebut bisa membatalkan orang untuk operasi atau kalaupun sudah operasi, katanya bisa mempercepat pemulihan pasca operasi.

Saya ingin sekali membelikan suplemen itu, terbersit niat sedekah karena ingin punya anak, tapi terus saya tekan niat itu, jikapun ada mungkin kadarnya lebih kecil dari pertimbangan karena saudara saya itu sangat memerlukan bantuan. Saya teringat cerita bos saya tentang pengalaman saudaranya yang melepas cincin kemudian diberi anak. Saya tiba-tiba ingat mahar yang diberikan suami berupa perhiasan yang hampir tidak pernah saya pakai sampai sekarang, akhirnya saya bujuk-bujuk suami supaya mengijinkan saya menjual mahar itu dan kemudian uangnya dibelikan suplemen untuk saudara saya yang sakit itu.

Suami sempat tidak setuju, dan mengatakan jika memang ingin membantu saya bisa menggunakan uang tabungan kami. Tapi saya tetap keukeuh, ingin menjual mahar dengan dalih “saya ingin melatih diri kehilangan sesuatu yang sangat saya cintai, dan merelakan bahwa apa yang kita miliki hanya sekedar titipan dariNya, suatu saat pasti akan diambilNya kembali”. Akhirnya suami saya mengijinkan, dan saya pun dengan sangat berat hati harus kehilangan sesuatu yang pernah saya miliki selama 3 tahun 3 hari usia pernikahan kami. InsyaAllah saya ikhlas, jika memang itu jalannya saya harus kehilangan benda tersebut.

Pulang ke Jakarta setelah berlebaran, kami kembali menikmati hidup berdua, jalan-jalan, makan-makan, nonton, enjoy the life, everyday is friday, everyday is weekend!.

…And The Miracle Signs Come
Sampai suatu saat, kembali ke kantor, akhir September 2009, salah seorang bos saya bilang…”Sedang isi lagi?”, hahaha….saya ketawa, “Aamiin, pak!!”, dalam hati bingung, kok pake “lagi” ya?wong 1 aja belum.

Kemudian 1 Oktober 2009, saat itu saya ke client dan bertemu dengan kenalan saya dari kantor lain, dia bertanya apakah saya sedang hamil. WHAAAT???Emang ada yang beda ya??Rasanya biasa-biasa saja, hehe…entahlah…

5 Oktober 2009, gak tau sebabnya apa, suami tiba-tiba mengeluh gak enak badan, keleyengan seperti melayang-layang, terus dia jadi susah makan(padahal biasanya nggak,hehe),pusing, badan lemes, dan mual-mual. Hampir saja saya antar ke dokter, sampai kemudian (sepertinya) kami tahu apa penyebabnya, entah benar atau tidak, tapi dia yg mengalami morning sickness.

9 Oktober 2009, saya mengalami spotting(flek), saya pikir gejala pra-haid, selain itu saya juga capek karena overtime di kantor. Saya cuekin saja meskipun fleknya masih muncul sampai hari-hari berikutnya. Tapi tanggal 13 saya dapat kabar bahwa seorang teman keguguran, saya ingat dia sebelumnya nge-flek terus. Karena khawatir ada apa-apa, akhirnya saya lakukan test urine pada tanggal 14 Oktober pagi…dan akhirnya…penantian panjang itu berakhir juga…alhamdulillah!!

Dan kini, episode baru dalam hidup kami sudah dimulai. Amanat baru dalam kehidupan kami, semoga kami bisa menjaga dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT melimpahkan kekuatan lahir batin kepada kami berdua untuk mensyukuri amanah ini, denyut kehidupan baru dalam perut saya…the miracle baby!!

Alhamdulillah!!!

Semoga kita semua yang mendapatkan kepercayaan dariNya berupa harta, jabatan, keluarga, suami/istri, anak, ilmu, dll,diberi kekuatan untuk selalu mensyukuri dengan cara yang sebaik-baiknya, tidak menjadikan kita menjadi sombong dan bangga yang berlebihan; karena tidak ada satupun yang pantas kita sombongkan, semuanya hanya amanah dan ujian yang harus membuat kualitas diri dan hidup kita menjadi lebih baik!!

Aamiin yaa rabbal ‘alamien!!

Semoga bermanfaat.

28 thoughts on “[eMBi]Perjalanan Panjang Menjemput si Kecil(bag.4)

  1. Subhanallah….Allahu akbar ..selamat ya mba…turut bahagia..semoga sehat dan lancar kehamilannya..amiin. mau nanya dikit, itu spirulina dan gamat jelinya product mana ya?kan banyak tuh MLMnya. mau ikutan nyoba juga, sapa tau berhasil.terima kasih banyak.

  2. Hai Fat…
    terima kasih udah mampir.
    Sy minum spirulina+gamat produknya LUXOR-Malaysia. Waktu itu sih sy beli di temen, pernah jg beli ke agen LUXOR-nya langsung.
    Selamat mencoba ya, semoga berhasil.

  3. mbak, yg minum gamat spirulinanya mb sdri atw sm suami?
    trus dosis minum gamat sm spirulina nya gmn?

    bls k email jg y klo bs..mksih

  4. Mba minggu kmrn aku di vonis BO, dan setelah semuanya bersih saya disarankan utk tes ASA oleh dokter obgyn saya. Mba boleh minta YM nya ngga, saya mau discuss sedikit

  5. Subhanallahi Wabihamdi..🙂
    Dia memang selalu merencanakan segala sesuaituNya dengan begitu indah.. saya turut bahagia dengan berkah yang mba dapatkan.. dan sungguhh.., mba sangat beruntung memiliki suami dan atasan yg sanget supportive..suatu yg tidak semua orang dapatkan.. Inna ma’al usri yusro..

  6. terima kasih mbak Echie, semoga sy sanggup mensyukuri segala nikmatNYA ini.
    dan semoga kita selalu dalam keberkahanNYA yaa…aamiin!!!

  7. Puji Tuhan,,, aduh mbak saya merinding hampir menangis membacanya. Hanya Puji Tuhan yang bisa saya ucapkan.

    Saya terharu sekali.

    Terkesan dengan kalimat ini “kehilangan sesuatu yang berharga”

    saya sebagai salah satu distributor jeli gamat dan Spirulina Luxor turut berbahagia atas kehadiran si kecil. Semoga kisah mbak bisa menguatkan para calon ibu yang lain. Jika tidak berkeberatan, saya akan print kisah mbak ini untuk membantu calon ibu yang sedang menanti. Salam hangat dari keluarga kami.

    Rika Purba – Jakarta

  8. subhanallah…allahu akbar…sungguh sy ingin merasakan apa yg akhirnya bs mbak rasakan…sdh hampir 5 thn sy menanti miracle itu dtg…insyaallah…

    sy jg punya masalah yg sama dgn mbak dan sy jg takut utk diperasi…sy jd ingin mencoba mengonsumsi spirulina dan gamat jeli, smoga jg diberi jalan kemudahan utk bs hamil….

    sy ingin tanya dimana ya obat itu bs diperoleh? berapa harganya? gimana cara mengonsumsinya? makasih sebelumnya…

    oya mbak, boleh minta YMnya ga? sy ingin punya temen share utk bs discuss dgn masalah ini…

  9. Marel,sy sudah tambahkan indikator YM di blog ini, silakan dicek di bawah shoutbox, dan silakan di-add!
    Terima kasih udah mampir, tetap semangat yaaa!!

  10. Subhanallah… saya ga henti2ny menagis karena terharu membaca pengalaman mbak…saya jg blm dikaruniai anak pdhl sudah 14 bulan saya menikah…saya jg pernah divonis endometriosis oleh dokter…tp Alhamdulillah berkat Allah melalui medi ramuan sarang semut saya sembuh…. tp ternyata saya mengalami hormon imbalance, jd saat ini saya masih terapi untuk hormon saya…semoga Allah mendengar doa2 saya untuk dikaruniain keturunan yg sehat,.. Amien…

  11. Halo dian…
    terima kasih sudah mampir. smoga perjuangannya membuahkan hasil spt yg diharapkan yaa.tetap semangat dan berserah padaNya, semoga DIA merestui segala ikhtiar kita, dan dian bisa segera hamil. aamiin.

  12. subhanallah…mbak merinding dech baca blog nya…sekarang…boleh minta YM ato FB nya…mau share banyak nich…saya sdh laparoscopy mbak, sempet mau ke dokter Taufik Jamaan…tapi keburu pindah di ke Puri Cinere…aniwei kmrn sempet hamil 10 minggu, dikuret diagnosa BO…:(

  13. ijin posting kisahnya ya mba… link-nya sy sertakan. sy sgt terkesan dengan ‘memberikan sesuatu yang berharga’. Semoga dapat diambil hikmahnya…

  14. Salam kenal,
    Ini komentar sy yg kedua. Berkali-kali kisah mbk sya baca, sunggh mbuat sy terharu. Sngt bruntung mbk py suami yg sll mndmpingi mb dlm mncb bebrp ikhtiar pengobtn. Sya ada polip endometrium dibag kanan & tuba falopi kanan tersumbat, tp indg telur kanan folikel, sdg tb falopi kiri bagus tapi indg telur tdk folikel. Sy hampir 6 th blm py anak, sy juga tlh mncoba brbagai mcm obat dr sinse, jamu tradisnl+pijet, prnh oprs miom+polip, 3 x ditiup smp brgnt 3 dokter krn diagnosanya brbeda, trakhr Feb ini sya disuruh suntik GNRH. Meski maslh sy beda dg mb, tp sy ing mncob spirinula & gamat dulu, sy sdh baca2 diinternt ttg khasiat ke2nya. Mudh2n ini jg jalan sy utk mnjempt impian. Amin.

    • Iya mbak, saya juga lagi usaha. Dan sambil monitor bagaimana keampuhan beberapa suplement spirulina atau gamat. Kira-kira apakah sudah ada hasil dicoba gamat fan spirulinanya.

      Terima kasih

  15. Allahu Akbar…sampe nangis bacanya mbak…karena sama persis dengan yang kualami, aq sempet keliling kota malem2 pake motor sambil nangis saking stressnya belum hamil…
    alhamdulillah, setelah penantian panjang, sempet HSG, diatermi, minum penyubur, tes ini-itu…sekarang anakku udah 1tahun4bulan, dan aq udah hamil anak ke-2, sekarang udah 3 bulan…(ngebut nih…)
    sekali lagi…selamat ya mbak…ga usah KB dulu…

  16. subhanallah..Allah tidah akan menyia2kan usaha hambaNya.untuk lebih effisien dalam menggunakan gamat,sangat penting untuk cleansing tubuh terlebih dahulu,,bisa menggunakan clorophyl/reddance….selanjutnya gamat untuk mengaktifkan sel2/hormon dalam tubuh sehingga diharapkan sel/hormon reproduksi berfungsi kembali….untuk konsultasi lebih lanjut/pemesanan produk bisa hub saya di 081808174441….insya Allah dengan ikhtiar & doa yang sungguh2 akan mempercepat apa yang kita impikan segera terwujud….

  17. Ass..slm knal mba..!
    Subhallah..trharu bgt bca na smp g bs nhan nngis (pdhal lg jam krja di kntor.He6..)
    Thx y mba bwt share pnglamnna.Inspiring bgt.Saya – s’org wanita yg sdh 10bln mnanti My Lil’ Bee – bnr2 tersentuh dgn pnglaman mba.
    Dan smga..ALLAH bkenan mpercayakn kpda saya & suami..”keajaiban” yg sdh kami impikn itu..!!
    Trma ksh & mhn “amin”na..agar scpatna kami dikarunia kturunan yg soleh solehah & ttp dbrikan ksbaran, kkuatan & kpasrahn atas sgala khndakNya..!Amin..

  18. @Ayu: dear mbak Ayu…
    terima kasih sudah mampir…:-) semoga kesabaran dan perjuangan mbak bersama suami segera mendatangkan hasil seperti yg diharapkan selama ini.aamiin.

  19. Blog ini sdh sekian kali saya baca…..setiap sy mencari hiburan utk penyemangat…..mungkin sy tidak seberuntung mbak & swami….krn sdh 22 th pernikahan km, penantian masih belum berakhir….masih usaha & trs usaha……entah….

  20. Sy juga memiliki pengalaman Ƴaπƍ sama,sudah 10thn hingga saat ini masih menanti ditengah-tengah penyakit Ƴaπƍ sama dialami oleh mba juga.
    Membaca kisah ini membuat saya kembali menemukan semangat hidup saya utk terus tetap berharapp.
    Terimakasih untuk kisahnya

  21. Dear mbak Rodiah,
    Maaf sy baru baca komennya, terima kasi sudah mampir. Smoga mbak&suami, tetap diberi kekuatan utk berdoa dan berusaha,yakinlah, ada hikmah terbaik di balik smua kejadian.tetap sabar ya,mbak…

    • Sudah lebih dari 3 tahun mungkin setelah thread ini. Saya terharu membaca kesaksian ini. Khususnya disini bSaya juga ingin menanyakan tentang perkembangan endometriosis dari mbak dan perihal kanker payudara dari kerabat mbak. Karena kalau ada cerita sukses dan sembuh, tentunya blog ini benar-benar memberikan solusi yang diberkati Allah. Apakah kerabat mbak ada peningkatan setelah mengkonsumsi gamat dan spirulina?

      Ooo iya juga mau menambahkan tanya apakah suami juga sempat coba gamat/spirulina? Saya butuh info ini , supaya bisa monitor dan berusaha sama seperti mbak bisa dapat momongan, dan semoga berkat blog mbak ini, dan saran spiritualnya, maka pribadi yang lain tidak harus lama menunggu mendapat momongan.

      Terima kasih dan Allah memberkati kita semua

  22. Dear mbak Sophia, terima kasih sudah mampir dan berkomentar.
    Untuk endometriosis saya, alhamdulillah tidak tumbuh lagi, saya sudah cek kembali ke SpOg, kira2 2 bulan yg lalu.
    Untuk kerabat saya yg kanker payudara, sudah berpulang kepadaNya, kira2 beberapa bulan sebelum saya melahirkan. Pada saat saya mendapat kabar beliau meninggal, saya tanya ke ibu saya yg dititipi suplemen, apakah almarhumah pernah mengkonsumsi suplemen yang saya berikan, ibu baru cerita lengkap, bahwa almarhumah tidak pernah mengkonsumsi suplemen dari saya, hanya karena tetangganya melarang memberikan asupan yang berasal dari laut.
    Untuk suami saya, karena tidak ada masalah reproduksi, jadi tidak secara intens meminum spirulina&gamat, tapi pernah juga meminumnya, hanya untuk tujuan tambahan gizi saja.

    Demikian sharing dari saya.

  23. Merinding bacanya,, memotivasi sy dalam promil ni,ikut bahagia, smoga sy bisa sprti mba,, boleh minta email n contact nya mba buat sharing,alm kenal😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s