[eMBi] Now, my Baby is 26 Weeks Old

Menurut info dari babycenter, sekarang jaringan syaraf pendengaran eMBi terbentuk lebih baik dan lebih sensitif daripada sebelumnya. Sekarang eMBi udah bisa mendengar percakapan kami berdua. eMBi juga sudah bisa bernafas di dalam cairan ketubannya, dimana hal ini merupakan hal penting dalam perkembangan paru-parunya, dan akan menjadi latihan bernafas untuknya pada saat nanti sudah lahir. eMBi masih terus mengalami pertumbuhan(makin gemuk), beratnya sekarang kira-kira 756 gram dan panjangnya sekitar 36 cm.

Itu info dari babycenter, beberapa fakta yang kami rasakan sekarang, eMBi memang makin responsif, dia sudah memiliki jadwal tidur, main, dan minta susu. Beratnya pun semakin terasa, dan saya semakin kepayahan beraktivitas, pengennya tidur dan leyeh-leyeh. Untuk jadwal tidur eMBi, hampir sama dengan kami berdua, bahkan kalo cuaca Jakarta sedang panas, dia bakalan lebih sering terbangun, nendang-nendang bangunin ibunya, mungkin kehausan. Oleh sebab itu, biasanya saya selalu menyediakan segelas air putih di dekat tempat tidur. Selain itu juga selalu ada 2 kotak susu, untuk diminum sebelum tidur(jam 11 malam) dan pagi-pagi, setelah sholat subuh(jam 5). Karena pada jam-jam tersebut biasanya eMBi bergerak-gerak periodik seperti memukul-mukul perut saya, dan biasanya setelah saya minum susu, dia akan lebih tenang, dan diam(tidur).

Jadwal main/bangunnya eMBi biasanya dari jam 9 pagi sampai sore, menjelang maghrib. Entah main apa, tapi yang saya rasakan seperti meliuk-liuk, memukul, menendang, dan berputar-putar, kadang juga seperti menusuk-nusuk dinding perut. Jika saya sedang berada di kantor, biasanya saya “temani” eMBi dengan sesekali mengusap-ngusap perut untuk merespon gerakannya dia, tapi jika di rumah, biasanya saya ajak ngobrol, atau menceritakan apa saja dari mulai cerita fiksi sampai yang ilmiah. Untuk baca Quran dan doa-doa itu biasanya dilakukan setelah sholat maghrib, setelah mendengar adzan, atau sebelum dia tidur. Sedangkan suami saya memiliki cara sendiri untuk mengajak bermain anaknya ini, yang paling sering adalah bercerita tentang Abu Nawas. Sepertinya eMBi menyukainya, karena setiap suami cerita di dekat perut saya, dia akan diam(seperti menyimak), dan kalo suami diam, dia akan bergerak-gerak seperti meminta kelanjutan ceritanya.

Begitulah cara kami mendidik eMBi, yang sebetulnya sudah saya lakukan dari awal mengetahui kalau saya hamil. Belakangan setelah membeli buku “Cara Baru Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan” kami makin semangat untuk terus melakukan apa yang sudah kami lakukan jauh sebelum mengetahuinya dari buku tersebut. Mungkin nampak berlebihan, tapi kami hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk amanah yang diberikanNYA, dan semoga saja hal ini bisa menjadi kontribusi positif untuk pembentukan generasi baru yang lebih baik lagi. Bahwa memiliki anak itu tidak hanya untuk menambah jumlah populasi dunia, karena hal itu bukan prestasi, tapi bagaimana “menyumbangkan” generasi yang akan membawa kemajuan dan perbaikan untuk peradaban manusia di masa yang akan datang.

Laa haula wa laa quwwata ila billaah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s