[eMBi]BUKU-BUKU KEHAMILAN(bag.1)

Dari mulai yakin kalo saya hamil, hari itu juga, 14 Oktober 2009, sepulang dari rumah sakit, saya langsung hunting buku-buku kehamilan. Selain hobi membaca dan ngumpulin buku, ini bentuk rasa syukur saya untuk kehamilan yang sudah kami tunggu selama 3 tahun.

Buku-buku pertama yang saya beli antara lain:
1. Buku Pintar Menjalani 9 Bulan Kehamilan, Perjalanan Janin dari Minggu ke Minggu.
2. Gizi Ibu Hamil
3. Melahirkan Tanpa Rasa Sakit
4. Yoga untuk Kehamilan, Sehat, Bahagia, dan Penuh Makna.

Buku-buku selanjutnya yang saya beli selama hamil, antara lain:
1. Panduan Pintar Kehamilan untuk Muslimah
2. Agenda Periksa Kehamilan
3. Cara Baru Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan
4. Doa dan Dzikir untuk Ibu Hamil dan Melahirkan(Sesuai Al Quran dan Hadits)

Sebagai contekan isi setiap buku di atas, saya tuliskan sedikit di sini, mungkin salah satu atau semuanya bisa menjadi bahan referensi bacaan bagi para calon ibu yang sedang menikmati kehamilannya.

Buku Pintar Menjalani 9 Bulan Kehamilan, Perjalanan Janin dari Minggu ke Minggu
Pengarang: Halimah Aini S.Psi.
Buku ini berisi tentang:
1. Mengenal tanda-tanda kehamilan
2. Perjalanan janin dari minggu ke minggu
3. Mitos ibu hamil
4. Mengenal tanda-tanda persalinan
5. Tips memilih persalinan: normal/caesar/dalam air
6. Kembali langsing setelah melahirkan
7. Menyusui bagi ibu yang bekerja

Gizi Ibu Hamil
Buku ini sebenarnya merupakan seri panduan dari tabloid Ayahbunda. Berisi penjelasan tentang pentingnya nutrisi untuk ibu hamil, masalah yang sering muncul selama kehamilan yang berkaitan dengan makanan, tips memilih bahan makanan yang tepat untuk ibu hamil, serta beberapa resep sederhana.

Melahirkan Tanpa Rasa Sakit
Buku ini bercerita tentang pengalaman pribadi sang penulis, yang melakukan hypnobirthing pada kehamilan pertamanya yang mengalami banyak kesulitan dan masalah. Sang penulis, ibu Evariny Andriana berhasil menjalani kehamilan dengan baik, meskipun pada awalnya mengalami banyak masalah, tapi kemudian pada saat persalinan beliau mengalami kemudahan dan melahirkan tanpa rasa sakit yang cukup berarti. Sampai pada pembukaan 7 beliau tidak merasakan sakit, tapi bisa merasakan adanya konstraksi. Pada kontraksi yang paling kuat, ternyata pembukaannya sudah lengkap, dan bayi bisa keluar dengan mudahnya.

Buku ini dilengkapi juga dengan CD Panduan Relaksasi, dengan pengantar dari ibu Lanny Kuswandi, pengasuh di ProV Clinic, Hypnoterapist.

Isi CD ini kebetulan berisi panduan relaksasi untuk kehamilan trimester pertama, tepat sekali waktunya, karena pada saat saya membeli CD ini, eMBi baru berusia 2 minggu.

Menurut ibu Lanny, meskipun janin pada trimester pertama, belum memiliki ruh, tapi baru memiliki rasa. Jadi apa yang dirasakan oleh ibunya, akan dirasakan oleh janin. Oleh karena itu, ibu harus selalu merasa tenang dan bahagia.

Di dalam buku ini juga dibahas tentang bagaimana teknik relaksasi selama kehamilan, berkomunikasi dengan janin, cara menghipnosis diri sendiri dalam persalinan, sampai seni bernafas selama proses persalinan.

Yoga untuk Kehamilan
Buku ini merupakan buku yoga harian untuk kehamilan yang ditulis oleh mbak Pujiastuti Sindhu, setelah buku sebelumnya “Hidup Sehat dan Seimbang dengan Yoga” yang juga berisi panduan untuk yoga harian.

Buku ini pada intinya berisi tentang panduan yoga harian selama kehamilan(trimester pertama, kedua, dan ketiga). Selain itu juga ada keluhan-keluhan umum selama 3 trimester kehamilan, yang disertai dengan posisi-posisi yoga yang dianjurkan untuk mengatasi setiap keluhan tersebut. Di dalam buku ini juga disebutkan manfaat, dan pengalaman penulis sendiri yang mendapatkan manfaat dari yoga untuk kehamilan. Dan ada bagian yang tidak kalah pentingnya adalah meditasi selama kehamilan dan persalinan untuk membantu para calon ibu mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan selama hamil serta menjalani kehamilan dengan sebaik-baiknya.

Pengalaman pribadi sang penulis buku setelah menjalani yoga selama kehamilan, yang beberapa diantaranya saya sendiri mengalaminya, diantaranya adalah:
1. Tidak mengalami morning sickness yang terlalu parah(hanya sebatas mual-mual)
Saya sendiri mengalami morning sickness yang paling parah(tapi masih masuk makanan/minuman), sekitar 2 minggu, selebihnya hanya sebatas mual saja. Apalagi setelah memasuki minggu ke-12, semua penderitaan itu makin berkurang dan akhirnya hilang sampai sekarang.

2. Tidak mengalami pembengkakan pada pergelangan kaki
Sampai saat ini, alhamdulillah saya juga tidak mengalami, dan semoga sampai akhir kehamilan pun tidak akan pernah mengalaminya.

3. Tidak mengalami varises
Alhamdulillah, saya hanya mengalami kram kaki, dan itupun sangat jarang terjadi.

4. Tidak mengalami terjepit syaraf
Semoga tidak mengalami juga.

5. Tidak mengalami sakit punggung
Alhamdulillah, sampai saat ini saya tidak mengalaminya, semoga seterusnya. Mungkin hal ini karena setiap badan agak kurang enak, saya sering melakukan peregangan-peregangan yang merupakan gerakan-gerakan yoga ringan, dan bisa dilakukan dimana saja, untuk melancarkan peredaran darah di daerah punggung dan badan bagian atas.

6. Tidak mengalami stretchmark
Alhamdulillah, sampai saat ini kulit perut saya masih baik-baik saja…eheem…tidak ada yang berubah dari penampakan warna kulitnya.

7. Tidak mengalami berat badan yang berlebihan(serta kembali ke berat badan normal tidak lama setelah melahirkan)
Semoga saja saya mengalaminya juga, dan alhamdulillah, sampai saat ini nafsu makan cenderung normal, masih diusahakan makan 3x sehari dengan porsi yang normal dan gizi yang seimbang.

Saya kadang juga merasa heran, kata orang, nafsu makan ibu hamil itu bisa menjadi 2 bahkan 3 kali lipat dari biasanya, kalau saya sendiri justru cenderung susah makan, dan selera makan masih sama seperti sebelum hamil.

8. Berat badan bayi yang cukup besar(3.2 kg pada usia kehamilan 8 bulan 1 minggu) untuk kelahiran yang belum pada waktunya, menandakan penyerapan nutrisi yang baik selama kehamilan.
Semoga hal ini juga terjadi pada eMBi, aamiin. So far, setiap pemeriksaan USG berat badan eMBi selalu cukup bahkan seringnya overweight dari umurnya, padahal saya cenderung susah makan, serta masih ada cekungan-cekungan tulang yang tidak berlemak, hehe.

Setiap bertemu dengan teman, komentarnya hampir sama, bahwa badan saya tidak terlalu melar, tapi perutnya cukup besar. Bahkan pernah suatu ketika bertemu dengan istri teman yang kebetulan usia kehamilannya sama persis dengan saya, anehnya, perut dia tidak sebesar perut saya, bahkan belum nampak hamil. Beberapa teman ada yang mengalami badannya dulu yang melar, sedangkan bayinya kecil.

Wallohualam penyebabnya apa, saya hanya berusaha berbuat yang terbaik untuk eMBi, dan menikmati kehamilan ini dengan sebaik-baiknya.

Pembahasan buku yang lainnya, berlanjut pada bagian 2 dari tulisan ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s