Ibu,Cinta Tanpa Akhir

Meskipun akhir-akhir ini sedang marak berita penganiayaan orang tua, baik yang dilakukan oleh ayah ataupun ibu, terhadap anaknya, hal ini semestinya tidak melunturkan nilai kemuliaan orang tua di mata kita. Orang tua yang menganiaya anaknya, hanya merupakan suatu anomali saja, dan disebabkan oleh banyak faktor. Karena secara naluri, seorang ibu tidak akan menginginkan anaknya menderita. Ada pepatah,”Sebuas-buasnya harimau, tidak akan memakan anaknya”. Jika binatang pun tidak akan menyakiti anaknya, apalagi manusia yang memiliki akal dan hati nurani.

Ibu pada dasarnya adalah seorang perempuan yang merawat dan membesarkan anaknya. Ibu yang memiliki ikatan biologis dengan kita, disebut ibu kandung. Ada juga ibu angkat, ibu persusuan, ibu asuh, dan ibu tiri.

Di tulisan ini saya hanya akan membahas bagaimana cinta dan kasih sayang seorang ibu kandung yang tidak pernah berubah sepanjang usia.

Pra Lahir

Jauh sebelum kita lahir ke dunia, bahkan pada saat ruh kita belum ditiupkanNya ke dalam janin yang dikandung, seorang ibu yang mengharapkan memiliki keturunan, tentunya akan selalu berdoa dan memohon yang terbaik untuk keturunannya kelak. Ibu akan berdoa memohon seorang anak yang sehat jasmani dan rohani, serta lebih baik dari dirinya. Itulah bentuk kasih sayang pertama seorang ibu, sebelum kita ada di dunia.

Untuk ibu yang mengalami gangguan fungsi reproduksi, ataupun gangguan kesehatan, proses kehamilan harus diusahakan dengan banyak perjuangan dan pengorbanan. Dari mulai terapi, pengobatan, hingga biaya yang tidak sedikit.

Tidak semua perempuan terlahir dengan kondisi organ reproduksi yang normal, dan memudahkan terjadinya kehamilan. Ada banyak kasus yang menyebabkan seorang ibu harus melakukan serangkaian terapi, contohnya hidrotubasi (tiup rahim) untuk memperbesar saluran tuba yang menghubungkan rahim dengan indung telur. Proses hidrotubasi ini suatu tindakan medik yang kompleks dan menyakitkan. Tapi ibu rela merasakan semua rasa sakit ini, demi hadirnya si buah hati. Tidak hanya rasa sakit yang bersifat fisik, segala macam bentuk tindakan medis yang membutuhkan biaya banyak pun, seorang ibu tidak akan sungkan untuk melakukannya.

Setelah kita ada di dalam rahimnya pun ibu tetap rela mengalami segala bentuk kesusahan dan ketidaknyamanan akibat adanya proses kehamilan, gangguan fisik dan hormonal yang akan berlangsung selama awal hingga akhir kehamilan, lebih kurang 36 hingga 40 minggu lamanya.

Setelah kita siap untuk dilahirkan, kepayahan fisik makin bertambah dan menguat. Perjuangan antara hidup dan mati, bahkan banyak ibu yang tidak selamat pada saat melahirkan anaknya. Inilah bukti bahwa ibu adalah manusia yang rela mengorbankan nyawanya untuk kita.

Anak-anak

Saat kita sudah lahir, ibu yang setelah bersusah payah melahirkan, masih juga kita buat susah dengan tangisan pada saat kita buang air, lapar, atau haus. Apalagi jika kita sakit, ibu rela tidak tidur karena khawatir dengan kondisi kita. Ibu pun terus berdoa untuk kesembuhan kita dengan tulus dan penuh kesungguhan.

Di saat kita tumbuh, ibu selalu memberikan apapun yang terbaik untuk kita, dari mulai air susu, ibu akan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan mengandung zat-zat penting yang kita butuhkan. Ibu tidak peduli apakah makanan tersebut enak atau tidak, daun yang pahit dan tidak enak rasanya pun akan rela disantapnya, demi bisa menghasilkan air susu yang banyak dan berkualitas.

Setelah kita bisa makan dan minum selain susu, ibu terus memberikan makanan yang baik dan bergizi yang menunjang pertumbuhan optimal setiap organ tubuh kita dan kita bisa tumbuh menjadi anak yang sehat. Meskipun efek lain dari sehat itu menyebabkan kita lebih aktif dan ingin banyak tahu, sudah pasti hal ini akan merepotkannya lagi, karena kita banyak membuat kerusakan dan berantakan dimana-mana, tapi hal ini membuatnya bahagia, karena di matanya kita adalah anak yang sehat dan pintar.

Untuk hal penampilan, ibu sering lupa dan tidak peduli dengan penampilannya sendiri, asalkan kita bisa berpakaian bagus dan menarik untuk dilihat, sehingga beliau merasa bangga dan bahagia memiliki anak seperti kita.

Remaja

Pada saat kita mulai remaja, mulai tahu dunia, mulai tahu ada manusia lain yang berlainan jenis kelamin dengan kita dan memberikan perhatian dan kasih sayang kepada kita, mungkin kita lupa bahwa kasih sayang dan perhatian ibu lebih dari itu. Bentuk kasih sayang ibu untuk anak remajanya, kadang berupa sikap yang bertentangan dengan keinginan anak, seperti tidak menyukai pacar anaknya, atau menentang hubungan anaknya. Sikap ini sering diartikan oleh anak sebagai bentuk otoriter orang tua, padahal orang tua terutama ibu biasanya memiliki alasan untuk setiap sikapnya. Seorang ibu, tidak akan menginginkan anaknya celaka atau menderita. Meskipun seorang ibu tidak merestui hubungan anaknya, ibu tetap menerima keputusan sang anak, yang penting anaknya bahagia, ibu akan mengorbankan perasaannya, tapi tentunya tetap memberikan doa yang terbaik untuk anaknya.

Dewasa

Di saat kita dewasa, sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan sendiri, seberapa besar kita memberikan penghasilan kita untuk ibu? Mungkin masih ada yang setiap bulan memberikan sebagian besar penghasilannya untuk ibu, bahkan ada juga yang memberikan semua gaji pertamanya untuk ibu. Setelah kita berkeluarga, untuk anak laki-laki, memiliki tanggungan, masihkan kita menyisihkan sebagian penghasilan kita setiap bulan untuk diberikan kepada ibu? Dan untuk yang perempuan serta tidak memiliki penghasilan, dengan apa kita memberikan kasih sayang kita kepada ibu? Bisa jadi tidak berupa materi, tapi perhatian dan perawatan fisik untuk ibu.

Ingatkah kita, pada saat kecil, ibu selalu memberi uang jajan, memberikan makanan yang terbaik untuk kita? Kadang beliau tidak makan, sebelum kita kenyang makan. Beliau membelikan mainan dan baju-baju yang kita butuhkan untuk membuat kita senang. Sekarang saat kita dewasa, pernahkah kita bertanya “Ibu ingin makan apa?” atau “Ibu lagi pengen dibelikan apa?”.

Tapi meskipun tidak pernah diberi uang atau apapun, ibu tidak akan berhenti memberikan doanya untuk kita, selalu siap memberikan bantuan moril dan materil jika anak-anaknya membutuhkan. Tidak sedikit diantara kita yang mempercayakan pengasuhan anak kepada neneknya (ibu kita), karena hal ini akan memberikan ketenangan yang lebih dibandingkan kita menitipkan kepada orang, entah itu orang lain yang masih kerabat atau tidak ada hubungan keluarga sama sekali (baby sitter atau pengasuh). Apakah ibu menuntut sejumlah uang untuk jasanya menjaga anak kita? Padahal kepada orang lain yang belum lama kita kenal, kita bisa memberikan uang yang banyak berupa upah yang tinggi untuk nilai profesionalismenya.

Pernahkah terpikir oleh kita, apa yang kita miliki sekarang, harta, jabatan, pasangan hidup, keturunan, bahkan kesehatan, dan keselamatan kita pun merupakan buah kasih sayang seorang ibu yang senantiasa mengiringi langkah hidup kita dengan doa-doanya?

Mungkin tidak pernah cukup 365 tanggal dalam setahun untuk menandai jasa dan pengorbanan seorang ibu, tapi 1 tanggal di hari ini semoga menjadi pengingat bahwa kita tidak berasal dari sebuah batu, tapi dari pengorbanan dan kasih sayang seorang ibu.

Selamat hari ibu, untuk ibu saya, saya sendiri, dan semua ibu dimanapun berada.

Sebagai anak, semoga kita bisa membahagiakan ibu di sisa waktu yang masih tersisa.

Sebagai ibu, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan, dan kekuatan untuk membentuk sebuah generasi yang lebih baik.

Gambar diambil dari sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s