Tomboy

Tomboy adalah sikap kelaki-lakian yang terlihat pada diri seorang perempuan. Sikap ini biasanya berupa cara bertingkah laku dan berpakaian.

Tulisan ini terinspirasi dari pengalaman pribadi saya sendiri, dan sekarang mungkin anak saya juga sedang mengalami hal yang sama. Selama ini, predikat tomboy sering tersemat pada diri saya, baik dari keluarga maupun dari teman-teman dekat. Sikap ini kemungkinan besar memang muncul dari lingkungan saya sehari-hari. Dari kecil saya memang terbiasa bermain di lingkungan yang maskulin, karena kebetulan kedua kakak saya laki-laki, dan saya satu-satunya anak perempuan di rumah. Tapi setelah masuk sekolah, saya mulai memiliki beberapa teman bermain perempuan sehingga saya mulai bermain boneka atau masak-masakan, meskipun kadang saya juga masih suka ikut kakak main layangan, naik ke atas genting atau pohon di depan rumah.

Mungkin karena tumbuh di lingkungan yang maskulin, sikap feminin saya dalam hal berpakaian hampir tidak pernah muncul, contohnya saja saya jarang sekali memakai gaun atau rok. Bukan tidak menyukai atau tidak punya kedua jenis baju yang cewek banget tersebut, tapi dalam keseharian saya lebih senang baju yang membuat saya lebih bisa aktif, dan bebas bergerak, bagi saya pribadi rok dan gaun menyebabkan saya tidak bisa lincah atau bergerak lebih cepat dibandingkan menggunakan celana panjang berpadu blus atau kaos. Untuk acara-acara tertentu yang tidak menuntut saya untuk banyak bergerak, seperti kondangan, barulah saya biasanya memakai rok atau gaun.

Entah kenapa, tak hanya di lingkungan rumah, masuk dunia kerja pun saya selalu saja jadi kaum minoritas. Tidak hanya dunia kerja, sewaktu masih kuliah pun, saya pernah menjadi satu-satunya mahasiswi di lab jurusan. Kemudian bekerja di bidang IT, mayoritas pegawainya adalah laki-laki. Suatu saat saya juga pernah ditugaskan ke pedalaman di luar pulau Jawa, dalam 1 tim, hanya saya satu-satunya perempuan. Alhamdulillah, semua baik-baik saja, teman-teman tetap mengakui eksistensi saya sebagai perempuan, dengan memberikan perlakuan dan perlindungan yang baik kepada saya.

Apakah perempuan tomboy itu salah??

Menurut saya, sikap tomboy tidak selalu identik dengan kelainan orientasi seksual. Saya sendiri alhamdulillah, perempuan lahir batin, dan akan selalu menyukai laki-laki, terutama yang gantengšŸ˜€ Perempuan terlahir sebagai makhluk yang lembut dan halus, secara fisik mungkin lebih lemah dari laki-laki, oleh karena kondisi tersebutĀ saya rasa perempuan juga harus bisa menjaga diri sendiri dari berbagai gangguan yang mungkin datang dari luar dirinya. Sewaktu-waktu dia juga memerlukan perlindungan dari laki-laki, tapi sebagian besar dari waktunya dia juga harus bisa menjaga diri sendiri. Seorang perempuan harus mandiri dalam banyak hal, karena tidak selamanya laki-laki akan selalu ada untuk membantunya, entah itu urusan-urusan yang biasa dikerjakan laki-laki, maupun urusan-urusan perempuan. Dengan demikian, tidaklah salah kalau perempuan juga memiliki keahlian yang sifatnya maskulin, seperti bela diri, menyetir kendaraan bermotor, permesinan (mesin kendaraan), elektronika (minimal: alat-alat rumah tangga), dan sebagainya.

Mengenai cara berpakaian, hal ini juga dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan. Contohnya saja, jika akan menyetir kendaraan, terutama roda dua, menggunakan rok biasanya akan membuat gerak menjadi lebih susah, terlebih lagi kalau membawa anak kecil, tingkat kerepotan tidak hanya dari kendaraan, tapi juga dari anak. Oleh karena itu, daripada membahayakan diri sendiri dan orang lain, memakai celana panjang nampaknya lebih baik daripada rok.

Itu sebagian pengalaman saya yang sering dapat predikat tomboy. Sekarang saatnya membahas anak saya, Mikaila. Belakangan ini dia juga mendapat predikat tomboy di lingkungan pergaulannya.

2013-12-11 09.46.57Pada saat pembagian rapor, bulan lalu, ibu wali kelasnya memberikan komentar terhadap perkembangan Mika di sekolah. Tidak ada catatan lain, kata ibu guru, semuanya berkembang baik sesuai harapan, hanya saja ada sedikit komentar tentang perkembangan sosialnya Mika yang cenderung lebih sering bermain dengan anak laki-laki dibandingkan dengan teman-temannya yang perempuan. Bu guru berharap Mika lebih sering bermain dengan temannya sekelasnya yang perempuan, dikarenakan di kelasnya sekarang anak perempuan jauh lebih sedikit dari pada anak laki-laki, perbandingannya 1 : 5. Menanggapi hal tersebut, saya sampaikan kepada bu guru, bahwa kalau di rumah, teman-temannya Mika semuanya perempuan, hanya kemungkinan saja teman-teman perempuan di sekolahnya cenderung pendiam dan lembut, cewek banget. Mika yang terbiasa senang bergerak, mungkin lebih terpicu untuk bermain dengan anak laki-laki yang umumnya banyak bergerak juga. Dan saya sering melihat juga, Mika bermain dengan teman-temannya yang perempuan di dalam kelas, bermain mainan yang feminin, seperti masak-masakan, dan main boneka. Tapi jika sudah acara bermain di luar kelas, biasanya Mika lebih banyak bermain dengan teman-temannya yang laki-laki, seperti kejar-kejaran, climbing, bahkan main sepak bola.

2013-12-21 12.49.19Di rumah, Ā kami selaku orang tua juga tetap mendidik Mika sebagai anak perempuan, seperti pengenalan gender (perbedaan antara laki-laki dan perempuan), dengan cara memberi penjelasan bahwa Mika itu perempuan, sama dengan ibunya, jadi kalau sholat harus memakai mukena. Dalam hal berpakaian juga, Mika tetap didandani sebagai perempuan, meskipun seringnya disesuaikan dengan kondisi juga, jika lingkungan yang akan dihadapi Mika menuntut gerak yang banyak, biasanya saya pakaikan celana panjang, hal ini demi keamanan dirinya juga, misalnya jika tiba-tiba jatuh dan terluka, mungkin lukanya tidak akan separah kalau menggunakan rok yang biasanya tidak sampai menutup dengkul/kaki bawah.

Mengenai sikap, karena Mika tidak dididik manja, jadinya dia tidak terbiasa merengek-rengek, bahkan jarang sekali menangis, meskipun jatuh atau sakit. Sikap defensifnya juga mulai muncul, semenjak saya ajarkan untuk melawan jika ada anak lain yang menyerang atau mengganggu. Di sekolah sebelumnya, sewaktu Mika masih menjadi anak yang paling muda, sering sekali Mika kena bully teman-temannya. Tapi saat itu Mika belum berani melawan, meskipun dia tidak menangis jika dikasari teman-temannya. Karena pengalaman ini, saya ajarkan Mika untuk melawan atau menghindari bullying. Contohnya: saya bilang ke Mika, bahwa jika ada temannya yang ganggu, Mika harus pergi menjauh, atau teriak supaya ibu guru tahu. Papa-nya juga mulai mengajarkan gerakan bela diri yang sederhana kepada Mika, misalnya bagaimana menangkis tangan temannya yang akan mencubit atau mengasari Mika. Alhamdulillahnya, Mika ngerti, dan dia mencamkan apa yang diajarkan kedua orang tuanya. Di sekolahnya sekarang, pihak guru juga cukup tanggap dan bisa menangani anak-anak yang sering melakukan bullying, sehingga sekarang Mika lebih aman.

Jadi menurut saya, perempuan tomboy itu tidak selalu ada kelainan orientasi seksual, tapi lebih cenderung ke sikap perempuan yang lebih “perkasa” dibandingkan perempuan lain yang lemah lembut secara sikap dan penampilan. Perempuan yang tomboy secara fisik, kemungkinan jiwanya juga maskulin dalam arti yang positif, misalnya tidak mudah menyerah, pekerja keras, memiliki banyak keahlian, dan biasanya tidak terlalu bergantung banyak pada laki-laki, hehe.

Demikian sharing saya tentang tomboy. Semoga bermanfaat.

Jakarta, 6 Januari 2014.

…sore yang sejuk karena mendung.

Gambar diambil dariĀ Ā siniĀ Ā danĀ koleksi pribadi

2 thoughts on “Tomboy

  1. Mika pintar…. Kl bermain nya anak-anak itu lebih bersifat kenyamanan anak bermain dengan siapa… Anak saya jg mb… Lebih suka bermain dengan kakak kelasnya di banding teman seusianya.. Masih wajar kok mb… Asal mainnya jg ga yg aneh-aneh… *slamkenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s