Pembantuku Sayang (Bagian.2)

housekeeper<< PRT/ART sebelumnya.

Berhubung belum lama ini baru menerima lagi seorang Pembantu rumah tangga (PRT) a.k.a Asisten Rumah Tangga (ART), jadi tergerak ingin melanjutkan cerita tentang para ART saya. Tulisan pertamanya ada di sini.

Pembantu ketiga, mengundurkan diri pada saat saya sedang hamil muda. Saat itu, musim kemarau, kami mengalami kesulitan air. Kadang keluarnya pagi dini hari, menjelang siang airnya tidak keluar sama sekali. Karena alasan gak ada air ini, pembantu saya saat itu sering tidak bekerja, sehingga pekerjaan rumah menjadi numpuk. Mungkin karena bawaan hamil juga, saya jadi sering jutek karena kemalasan si pembantu ini, karena dia datangnya siang, dan tidak berinisiatif untuk mencari air ke rumah induk semang/pemilik kontrakan yang sebenarnya adalah tetangganya sendiri, dan dia pun bisa bekerja di tempat saya karena dibantu oleh si pemilik kontrakan ini.

Saya sudah bilang bahwa kalau airnya gak ada, tolong minta ke induk semang, karena tetangga lain yang ngontrak di situ juga pada minta ke induk semang yang memang sumber airnya berbeda dengan sumber yang digunakan oleh rumah-rumah yang dikontrakannya. Sumber air di rumah induk semang dibor lebih dalam, sehingga airnya pun lebih banyak. Mungkin karena malas atau gak tahan dengan kejutekan saya, akhirnya pembantu ketiga saya minta berhenti. Dengan sikap datar saya setujui pengunduran diri dia, padahal di dalam hati sih kaget, dan bingung juga, kemana harus mencari lagi pembantu, sedangkan saya sedang sering kepayahan karena mabok hamil muda. Dengan penuh kepasrahan, saya sempatkan sholat dhuha sebelum berangkat ke kantor, doa khusus yang saya panjatkan saat itu adalah minta diberikan pembantu pengganti yang lebih baik, dan disegerakan datangnya.

Pembantu Keempat, mbak Tn
Tiba di depan kantor, saya bertemu satpam kantor, lalu saya hampiri dia dan bilang bahwa saya sedang butuh pembantu. Pak satpam bilang katanya ada, dan dia mau panggil itu orang untuk bertemu saya. Tak lama saya masuk kantor, pak satpam udah panggil saya lagi, memberitahukan bahwa orang yang saya cari ada di depan. Ketika saya temui dia, sebut saja namanya mbak Tn, saya ngobrol sebentar, memberitahukan jobdesk dia, jadwal kerja, dan gajinya. Gak disangka-sangka, tanpa tawaran apapun si mbak Tn langsung setuju, dan dia mau mulai bekerja besok harinya. Alangkah senangnya saya saat itu, gak nyangka sepertinya doa saya langsung dikabul. Dan memang hingga akhir tahun ke-3 pengabdiannya, mbak Tn ini menjadi pembantu terbaik yang pernah saya miliki.

Mbak Tn tuh orangnya pendiam, lebih banyak kerja daripada ngomongnya, gak pernah minta naik gaji, 3 tahun dia bekerja, tiap tahun pula saya yang inisiatif menaikkan gajinya, dan ajaibnya dia gak pernah protes, berapa pun kenaikannya dia terima saja. Mungkin karena sikapnya ini pula, mbak Tn bisa pegang lebih dari 1 rumah, dan katanya mantan majikannya pun sampai minta dia kembali bekerja di rumahnya.

Di tahun ke-3, kualitas pekerjaan mbak Tn mulai menurun, bahkan dia sering sekali gak masuk, karena sakit. Sepertinya kecapekan, karena saat itu dia pegang 5 rumah. Pernah mbak Tn bekerja sambil terus-terusan batukšŸ˜¦

Berhubung saat itu saya sudah tidak bekerja kantoran lagi, meskipun masih ada pekerjaan freelance, tapi masih banyak waktu luang pada siang hari, karena pekerjaan freelance biasanya saya kerjakan di malam hari. Dengan pertimbangan saya sanggup mengerjakan semua pekerjaan rumah, dan kualitas pekerjaan mbak Tn yang terus menurun, daripada makan hati dan sering memberi teguran ke mbak Tn, akhirnya dengan sedih dan berat hati saya berhentikan mbak Tn, dengan alasan bahwa saya ingin mengurus rumah dengan tangan saya sendiri. Seperti biasa, tanpa banyak tanggapan apa-apa, mbak Tn pun menerima keputusan saya. Oktober 2012, resmilah saya sebagai ibu rumah tangga tanpa pembantu satu pun, mengurus rumah dan mengurus anak dengan tangan sendiri.

— Cerita sambungannya yang ini yaa…;-) —

Gambar diambil dari sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s