Penunggu Rumah Kos Taman Hewan

Sewaktu masih kuliah, saya pernah kost di Jl.Taman Hewan. Kenapa dinamai demikian, mungkin karena letaknya sangat dekat Kebun Binatang Bandung.

Kamar kost-an yang saya sewa saat itu, berupa kamar-kamar berderet yang ada di dalam bangunan sebuah rumah. Kamar-kamar kost saat itu, lebih mirip kamar-kamar gudang yang letaknya paling belakang dari bangunan induk, cukup pengap dan tersembunyi.

Ada 4 kamar kost di rumah tersebut. Tapi yang terisi hanya 3 kamar. Selain saya, ada 2 teman lain yang ngekost di situ, sebut saja namanya Yani dan Winda. Yani kebagian kamar yang paling depan, kemudian Winda, di tengah, dan saya dapat kamar yang paling pojok.

Awalnya saya tidak pernah peduli dengan cerita-cerita aneh yang sering disampaikan oleh Yani, saya hanya berpikir rekaan dia saja, karena dia berasal dari daerah di Utara Jawa Barat, yang saya tahu, di sana banyak sekali cerita mistis.

Dari dulu saya sering tidak tertarik dengan cerita-cerita mistis yang selalu mengeksplor penampilan seram makhluk gaib, seperti yang sering ditampilkan di film-film horor kita.

Hingga suatu hari, di akhir pekan, karena ada banyak tugas, saya tidak sempat pulang ke Cimahi. Tapi kedua teman kost saya, saat itu pulang kampung.

Siang itu, saya sedang asyik baca materi kuliah, tiba-tiba ada yang ketuk pintu, begitu saya buka, ternyata bapaknya Winda. Dengan wajah yang ramah, si bapak tanya saya, “Mia ya?Winda ada…?”, saya jawab dengan sedikit bingung, “Winda, pulang, pak…”, dengan masih cengengesan, si bapak bilang lagi, “Oh pulang ya…ya sudah, ini Mia ya?”, saya jawab, “Iya, pak…”, setelah dia pamit, saya tutup pintu, dan kembali meneruskan membaca.

Besoknya, saya dengar Winda sudah kembali ke kostan. Saya buka pintu, untuk menyambut kedatangannya. Saya bilang, “Win…kemaren bapakmu ke sini…”, dengan wajah kebingungan banget, Winda nanya balik, “Yang bener,Mi??Kemaren bapak ama aku kok di rumah….jam berapa ke sininya?”, “Siang…abis dhuhur lah…”, itu jawab saya. Setelah menyimpan tas ke dalam kamarnya, Winda buru-buru pergi lagi, mau ke nelpon ke rumah, katanya.

Tidak lama udah balik lagi, wajahnya masih bingung, dan seperti tidak percaya sama saya. “Mi, kata bapak, kemaren gak ke sini kok, aku tahu banget…kemaren seharian bapak di rumah. Bukan bapakku kali yang ke sini…”, Winda bilang begitu dengan wajah bingung, dan mulai ketakutan. Saya juga mulai bingung, karena yakin banget yang kemarin datang itu bapaknya Winda. “Bener kok,Win…kemarin bapakmu ke sini…”. Saat itu kami berdua sama-sama bingung, dengan tatapan yang sama, tidak perlu diucapkan, tapi sepertinya pikiran kami sama mempertanyakan hal ini, “Terus yang kemarin datang ke sini itu, SIAPAAA???”.

Setelah kejadian itu, Winda jadi sering numpang tidur di kamar saya. Aneh, padahal kamarnya Yani lebih luas. Mungkin Winda takut, karena Yani bilang, pamannya Yani di kampung, sudah mengirimkan “utusannya” untuk menjaga Yani di kostan…supaya tidak diganggu oleh “penghuni lain” di kostan kami,…hahaha…:)) Ngekost pun harus pakai “invisible bodyguard”.

Wallohualam.

2 thoughts on “Penunggu Rumah Kos Taman Hewan

  1. aaahhh daerah bonbin ITB mah emang pikasieuneun… jadi inget cerita temen SMA yang pernah solat magrib di musola bonbin… sendirian cenah.. trus pas lagi solat teh ada yang ikut solat jamaah di belakangnya, tapi pas dianya udah salam, ternyata ga ada siapa-siapa di belakangnya… huhuuuuuu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s