Penghuni Kamar Kost Kalibata

Tahun 2004, saya hijrah dari Bandung ke Jakarta, karena pindah tempat kerja.

Alhamdulillah, tidak perlu kesulitan mencari tempat tinggal, saya langsung dapat kostan, yang sangat dekat dengan kantor, keluar pagar rumah, tinggal menyebrang, langsung sampai di kantor.

Saat itu saya kost di sebuah rumah besar, milik seorang ibu sepuh yang hanya tinggal berdua dengan pembantu setianya. Rumahnya cukup besar, 2 lantai dengan bangunan tambahan di halaman belakang berupa kamar-kamar yang sering kosong. Ada 1 kamar besar, dan 2 kamar yang sempit-sempit, serta 1 kamar mandi di halaman belakang tersebut. Kamar besar biasanya digunakan oleh anak sang pemilik rumah yang biasanya datang pada saat libur panjang. Sedangkan, kamar mandi diperuntukkan untuk yang nge-kost, karena di lantai atas tidak ada lagi kamar mandi.

Saya mendapatkan salah satu kamar di lantai 2 rumah induk. Berhubung saat itu yang ngekost, baru saya saja, sehingga kamar di sebelah masih kosong. Tapi meskipun kosong, pembantu si ibu masih membersihkannya setiap hari, pintunya pun tidak pernah dikunci.

Selama saya kost di sana, saya sering mengalami kejadian yang aneh, dan sulit dirasionalkan. Misalnya saja, suatu malam, sekitar jam 2, saya ke kamar mandi, karena cuaca Jakarta yang panas, biasanya saya mandi sebelum melaksanakan sholat malam. Ketika sedang asyik sabunan, saya mendengar ada suara kaki orang melangkah, berjalan dari depan kamar mandi menuju belakang, dimana ketiga kamar saat itu kondisinya sedang kosong semua. Saya sempat berpikir, mungkin si mbah (pembantu ibu) mau ke kamar setrika. Dan saya pun melanjutkan mandi dengan tenang, saya berusaha berpikir positif, sehingga saat itu sama sekali tidak merinding atau ketakutan, justru malah senang, berarti ada teman yang sama-sama bangun.
Tapi pas saya selesai mandi, saya tidak bertemu seorang pun di sana, kamar setrika pun tidak ada tanda-tanda bekas dibuka, begitu lewat kamar si mbah, kamarnya juga tenang, tidak ada tanda-tanda ada orang yang bangun. Ya sudah, saya kembali ke kamar di lantai atas.
Apakah saat itu saya ketakutan?? Lupa, kalau gak salah, karena sedang ada masalah, saya lebih fokus ke masalah yang akan diadukan ke Yang Serba Maha di sholat tajahud. Pikiran ke makhluk lain sih ada, tapi saya selalu yakin, mereka juga hanya makhluk, tidak lebih hebat dari Penciptanya.

Tidak hanya itu, suatu pagi, sekitar jam 8, setelah beres dipel oleh pembantu ibu kost, iseng-iseng saya masuk ke kamar sebelah, tiduran di kasurnya sambil maen hape. Mungkin karena hawanya nyaman, karena pintu menghadap timur, cahaya matahari bisa masuk dan terasa hangat ke kulit, ditambah angin semilir masuk lewat pintu yang saya buka, makin membuat saya nyaman tiduran di situ.

Begitu sedang asyik tiduran, tiba-tiba saya melihat ada sosok orang menuju ke arah saya, tapi hanya berupa bayangan seorang perempuan dengan gaun panjang, bukan long dress, lebih seperti gaun dengan rok model payung. Begitu saya berusaha bangun, rasanya badan susah sekali digerakkan. Saya tahu, saat itu saya antara tidur dan tidak, karena mata masih bisa melihat benda-benda lain di sekitar saya, tapi gak bisa bangun. Di tengah ketakutan saya membaca surah-surah pendek Al Quran, Ayat Qursi, Al Ikhlas, Al Falaq, dan An-Nas, dengan cepat dan acak-acakan urutan ayatnya. Ayat Qursi saya baca hingga beberapa kali, tapi saya tetap belum bisa bangun, dan sosok itu masih keliatan bergerak ke arah saya, tapi tidak terlihat melangkah, hanya “ngageuleuyeung” (Bahasa Sunda, jika digambarkan mungkin lebih mirip ke gerakan yang meluncur pelan begitu saja, tanpa ada dorongan).

Karena sudah pasrah, akhirnya saya hanya ingat untuk menyebut “Alloh…Alloh…Astagfirulloh….Astagfirulloh…”, sambil saya berusaha terus menggerakan tangan supaya bisa bangun dari kondisi tidur tersebut. Alhamdulillah, akhirnya saya bisa bangun dari tidur, dan si sosok bayangan itu pun hilang. Ketika sudah bisa bangun, saya baca istigfar sambil duduk dan atur nafas. Gak lagi-lagi deh, tidur tanpa baca doa sebelumnya.

Mungkin si sosok bayangan itu sedang main ke bawah, tapi begitu balik ke kamarnya, kok ada saya yang sedang tidur di kasurnya, hahaha…maafin aye ya, mpok…:D

2 thoughts on “Penghuni Kamar Kost Kalibata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s