Suamiku,Bukan Suamiku *nyontek judul Sinetron*

September 2006, saya menikah, sehingga saat itu, tidak mungkin lagi saya terus-terusan ngekost, meskipun suami saya merasa betah tinggal di kostan, karena suasananya mirip rumah, dan ibu kost, merasa senang kami tinggal di sana, berasa ada lagi anak di rumah, katanya.

Meskipun berat meninggalkan kostan, tapi tekad saya untuk hidup mandiri, lebih kuat lagi. Untungnya, tidak lama kami menikah, usaha saya mencari kontrakan, mendapatkan hasil. Kontrakan kami saat itu, tidak begitu jauh dari kantor saya, hanya 10 menitan dengan berjalan kaki. Rumah kontrakan pertama kami, berupa bangunan kecil dengan 1 kamar tidur, ruang tengah, dapur dan kamar mandi. Sempit sekali, dari pintu masuk ke kamar mandi pun, mungkin hanya 3 langkah.

Mungkin karena sempit, saya tidak pernah merasa takut di rumah sendirian, karena tidak banyak ruangan kosong yang menimbulkan rasa takut.

Suatu hari, suami saya minta izin untuk ke luar, mau ke warnet katanya, kirim email penting. Saya gak ikut, karena saat itu sedang datang bulan, perut mulas sekali, dan badan sangat tidak nyaman untuk beraktivitas. Akhirnya saya hanya tiduran di kamar. Suami pun pergi sendiri.

Ketika sedang menahan sakit yang luar biasa, saya dengar suara motor suami datang lagi, saya pikir, urusannya sudah selesai, jadi dia bisa segera menemani saya lagi di rumah. Terdengar pintu depan dibuka, saya lihat ke arah pintu kamar, yang sengaja saya buka biar gak pengap. Saya lihat ada suami saya, masih pakai jaket, dia senyum dan menyapa saya, “Haiii…”, kemudian menuju dapur, nampaknya masuk ke kamar mandi.

Saya tunggu lama, suami kok gak datang-datang juga ke kamar, padahal saya nunggu dia untuk segera minta memijatkan kaki saya yang pegal.

Karena gak sabar nunggu, saya bangun dan mencarinya. Eh, kok kunci masih menggantung di pintu keluar, dan pintunya pun masih terkunci. Berarti mestinya tidak ada orang yang bisa masuk. Saya periksa ke kamar mandi, pintunya pun masih terbuka. Hmm….aneh sekali, padahal saya tidak tidur, dari tadi juga tersiksa menahan sakit di perut.

Akhirnya saya nyalakan tivi, dan tidak berusaha tidur, karena perut juga masih sangat sakit. Mungkin sekitar 2 jam kemudian, saya dengar lagi suara motor suami, dan dia ketuk pintu.

Begitu dia masuk, saya tanya, “Tadi Mas sempat pulang dulu gak?”, dia jawab, “Nggak tuh, tadi langsung ke warnet, dan baru pulang sekarang kan…?”. Duh, terus tadi yang masuk kamar mandi siapa doongg??Heuhhh!!! Iseng bener yaa ama orang lagi sakit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s