Babi Ngepet

Bulan lalu, sewaktu liburan hari raya, saya sempatkan untuk menginap di rumah kakak di daerah Bandung Utara.

Seperti sudah menjadi ritual keluarga, tiap berkumpul, saya dan kakak saya yang satu itu, selalu saja membahas hal-hal mistis. Seringnya memang membahas pengalaman misteri masing-masing.

Obrolan saat itu berlangsung kira-kira jam 9 malam, ketika hampir semua anggota keluarga kami sudah tertidur. Tinggal saya, kakak, anaknya kakak yang paling kecil dan anak saya yang masih segar bugar, dan sibuk bermain sambil menonton televisi.

Kakak saya bercerita, bahwa akhir-akhir ini di kampungnya sedang musim “nyegik” (bahasa Sunda), istilah untuk babi ngepet, atau pesugihan yang memanfaatkan bentuk babi hutan sebagai media untuk mencari uang. Kakak saya cerita, bahwa babi yang sering ditemukan oleh tetangga-tetangganya ada 2 ekor, dan sudah beberapa orang yang pernah melihat babi-babi itu berkeliaran di kampungnya. Tetangga yang pernah melihat, salah satunya adalah kerabat kami, yang sering keluar malam, karena harus menjemput keluarganya yang pulang kerja lembur di sebuah pabrik tekstil,  sekitar jam 1 pagi.

Sepengetahuan saya, babi ngepet ini adalah bentuk praktek pesugihan dimana si pencari kekayaan menggunakan bentuk babi hutan, untuk mengambil harta dari rumah yang dia hampiri. Konon katanya, sang babi jadi-jadian ini akan menggesekkan badan ke dinding rumah, dan uang atau perhiasan yang ada di rumah yang dia tempeli itu akan terambil/hilang. Selama si babi beroperasi, seseorang di rumahnya akan menjaga lilin di baskom, yang menjamin keselamatan si babi. Jika si babi dalam bahaya, lilin di rumahnya akan menyala tidak karuan, seperti tertiup angin. Supaya si babi tidak tertangkap orang kampung yang mengejarnya, maka si penjaga lilin harus meniup lilinnya, supaya seketika si babi akan menghilang, dan selamat dari kejaran orang-orang yang ingin menangkapnya.

Jaman saya masih kecil, bank dan lembaga keuangan belum sebanyak sekarang. Di kota kecil kami saat itu, bank hanya ada 2,  BCA dan BRI saja, tapi ibu saya biasanya menabung di Kantor Pos. Sedangkan kami bertiga, biasanya menabung di dalam celengan tanah berbentuk ayam atau kendi. Demi melindungi uang kami dari kejahatan si babi ngepet, ibu biasanya menyuruh kami memasukkan beberapa helai rambut, bawang putih dan potongan silet ke dalam celengan kami. Kata ibu, babi ngepet tidak bisa mengambil uang dari celengan yang di dalamnya ada benda-benda tersebut. Kenapa ya?Wallohualam. Ibu saya juga tidak bisa menjawab kenapa, katanya itu “resep” dari orang tuanya juga, alias nenek/kakek kami, dan saya yakin, nenek/kakek pun pasti dapat resep itu dari orang tuanya, alias buyut kami, dan seterusnya dan seterusnya, hingga ke para leluhur dan nenek moyang kami, hehe…

Kembali lagi ke cerita kakak saya tentang peristiwa babi ngepet yang sedang happening di kampungnya…ecieeeeh…! Kakak cerita bahwa para tetangga pernah melihat dan membuntuti secara diam-diam seseorang yang berkeliaran di kampung mereka pada suatu malam, tepatnya mereka sedang ronda. Karena ada “orang asing” yang mencurigakan, mereka diam-diam mengikuti kemana perginya. Katanya si orang asing itu tinggi besar, datang dari arah kampung seberang, diikuti seekor anjing, menuju sebuah kuburan orang Tionghoa yang bangunannya menyerupai tugu pemujaan, karena ada beberapa patung di tembok nisannya. Saya sendiri sangat tahu kuburan ini, karena dulu rumah kami persis menghadap kuburan tersebut, dan orang-orang di kampung menyebutnya Guan Theng.

Ketika sampai di Guan Theng, si orang asing itu menghilang bersama anjingnya, entah kemana, dan akhirnya para ronda pun kembali ke tengah kampung, menjaga keamanan lingkungan, eisshhh…bahasanya berasa sedang belajar  PPKN, wekekekek…

Rumah kakak saya ini memang berada di pemukiman yang bertetangga dengan kompleks kuburan etnis Tionghoa yang cukup besar di kota Cimahi, jadi dia tidak hanya bertetangga dengan orang hidup, tapi juga dengan orang yang sudah mati, hehe…keren yaa…eh…

Nah, setelah ada kejadian orang-orang sering melihat babi yang berkeliaran di kampung, ronda makin digiatkan kembali. Tapi masih saja ada yang kehilangan uang. Dari cerita kakak saya, katanya beberapa kerabat kami ada yang sering kehilangan uangnya semenjak merebak isu si babi ngepet ini.

Sebagai orang yang selalu berusaha berpikir rasional, setiap ada informasi yang agak-agak absurd, akal sehat saya selalu mencari sisi rasionalnya. Saya berpikir, mungkin babi itu datang dari hutan gunung Burangrang yang ada di sebelah Utara kampung, yang meskipun jaraknya beberapa puluh kilometer, tapi mungkin saja kan dia sedang melakukan perjalanan jauh dalam rangka mencari kitab suci…eh salah yaa…hihihi…ini cerita misteri kok jadi ga serem ya sodara-sodara, hehe…maaf…maaf…biar ga tegang aja bacanya…:D

Tapi sebagai orang yang beriman, bagaimana pun kita wajib percaya akan adanya hal gaib. Bukan hal yang tidak mungkin ada manusia yang meminta pertolongan kepada selainNya, banyak sekali orang yang tidak mau susah, tapi ingin hidup senang. Banyak sekali orang yang ingin punya harta berlimpah, tapi tidak mau bekerja keras, sehingga mereka lebih memilih jalan pintas untuk cepat kaya, apapun caranya, tidak peduli halal/haram. Ada yang berprinsip, lebih baik susah pada saat sekarat, daripada hidup melarat.

Sekian dulu dari saya, selamat malam jumat, mari perbanyak ibadah untuk mendekatkan diri padaNya, semoga kita selalu dalam perlindunganNya. Aamiin yaa Rabbal’alamien.

Sumber gambar dari sini.

5 thoughts on “Babi Ngepet

  1. Td’y gk mau baca…tkt kebawa mimpi…tkt gk bisa ke kmar mnd sendiri……secara yach “borangan” (bhasa sunda)hehhehe
    Tp alhamdulillah selesai juga baca ini cermis….yeeeey
    ….
    Ok dech…lanjut baca yg lainnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s