Numpangers

Ini pengalaman kakak saya yang kedua, terjadi sekitar tahun 2001. Saat itu kami sudah tinggal di rumah kami sendiri yang jaraknya lebih kurang 500 meter dari rumah bekas bangunan pabrik cat. Pada tahun itu kakak saya ini belum menikah, tapi sudah lama berpacaran dengan perempuan yang jadi istrinya sekarang. Rumah pacar kakak ini letaknya di perkampungan yang ada di antara pemakaman Tionghoa terbesar(Santiong), dan pemakaman muslimin terbesar, di Cimahi Utara, lokasinya sama dengan cerita babi ngepet yang pernah saya ceritakan minggu lalu.

Suatu saat, mobil bapak saya mogok, karena accu-nya soak. Tapi karena ada keperluan yang cukup darurat, kakak meminjam accu mobil calon mertuanya. Entah karena sudah janji atau memang kakak ingin mengambil hati sang calon mertua, setelah accu sudah tidak diperlukan lagi, malam itu juga kakak langsung mengembalikan accu ke rumah calon mertuanya. Saat itu hari jumat jam 8 malam, ketika kakak memutuskan untuk berjalan kaki menuju tujuannya. Ada 2 akses jalan menuju rumah calon mertua, Gapura Besar dan Gapura Kecil (gang). Gapura atau semacam gerbang masuk pemukiman dua-duanya pasti melewati Santiong, dan memang membelah/melalui kompleks pemakaman tersebut. Entah apalagi pertimbangan kakak saat itu, tapi dia lebih memilih Gapura Kecil, yang memang jalannya lebih kecil, hanya bisa dilalui pejalan kaki dan motor, sedangkan Gapura Besar, bisa dilalui mobil. Gapura Kecil ini jaraknya lebih jauh dan menanjak, dan mulut gangnya menghadap kompleks pemakaman Muslimin. Jadi, kedua kompleks pemakaman ini memang berada di jalur jalan utama/protokol di Cimahi Utara, karena menghubungkan kota Cimahi dan Lembang. Letak kedua kompleks pemakaman ini berseberang-sebrangan, dipisahkan oleh jalan protokol tersebut.

Biasanya jalan ini ramai dilewati kendaraan 24 jam, tapi anehnya malam itu jalan sangat sepi, tidak ada 1 kendaraan pun yang melintas ketika kakak berniat baik demi calon mertuanya.Hehe.

Ketika jalan sedang sangat sepi, dan hanya suara derasnya air PDAM yang dibuang ke selokan di pinggir jalan tersebut, tiba-tiba…………..kakak mencium bau busuk yang sangat menyengat, tepat di depan mulut gang/Gapura Kecil. Penasaran dia cari-cari sumber bau itu, dia berpikir mungkin ada bangkai anjing atau hewan lain yang tertabrak kendaraan, dan dia berniat mau menghanyutkannya ke arus air yang sedang deras. Kakak saya sepertinya gak mau berpikir atau mungkin gak kepikiran, gimana seandainya bau busuk itu bangkai manusia…hiiiiiyyy…:D Tapi saat itu dia berpikir, kalau sepulang dari rumah calon mertuanya, bau busuk itu masih ada, berarti bangkai, tapi kalau tidak ada, berarti kerjaannya jin.

Akhirnya karena tidak menemukan sumber bau, kakak melanjutkan perjalanannya menuju rumah calon mertua, berjalan kaki sendirian di tengah-tengah Santiong. Singkat cerita, setelah tujuannya selesai, kakak segera pulang, dan kembali melalui jalan yang keluarnya di Gapura Kecil, dia masih berniat baik dan berpikir positif bahwa pasti ada bangkai binatang yang harus dihanyutkan ke sungai. Tapi…….ketika tiba di mulut gang…dia tidak lagi mencium bau busuk tadi. Kakak langsung merinding, dan yakin bahwa ada jin yang sedang iseng padanya, saat itu juga dia merasa ada sesuatu yang membebani pundaknya, beraaatttt sekali, hingga dia susah melangkah, sebenarnya dia ingin lari, tapi kakinya terasa berat, sambil membaca Al Fatihah, katanya ntah urutan bacaannya benar atau tidak, dia terus aja berusaha melangkah menuju pulang…dan ketika langkahnya sampai di depan gerbang masuk pemakaman muslimin, beban yang tadi tiba-tiba hilang, dan seketika itu juga kakak langsung lari sekencang-kencangnya menuju rumah. Alhamdulillah, bisa tiba di rumah dengan selamat.

Kemungkinan saat kakak lewat itu, ada makhluk tidak kasat mata sedang malas jalan sendiri, jadi numpang aja di punggung kakak, wekekekekek….

Ternyata, tidak hanya di dunia manusia saja ada komunitas yang suka nebeng-nebeng tuh…di dunia lain juga kemungkinan ada komunitas Numpangers.

Selamat malam jumat ya. Jangan lupa perbanyak ibadah di malam ini. Semoga kita senantiasa mendapatkan perlindunganNya. Aamiin Yaa Rabbal’alamien.

 

One thought on “Numpangers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s